Pantau Flash
Jepang Sepakat dengan Korea Selatan Soal Arbitrase WTO
Ginting Tantang Kento Momota di Final China Open 2019
Hasil Kualifikasi GP Aragon, Marquez Raih Pole Position
Didanai APBD DKI, Bekasi Siap Bangun Fasilitas Park and Ride
Walmart Resmi Keluarkan Kebijakan Stop Jual Rokok Elektrik

OTT Romahurmuziy Terkait Jabatan Kemenag, KPK Duga Bukan yang Pertama

Headline
OTT Romahurmuziy Terkait Jabatan Kemenag, KPK Duga Bukan yang Pertama Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan Ketua Umum PPP Romahurmuziy di Surabaya, Jawa Timur, terkait pengisian jabatan di Kementerian Agama. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan diduga ada transaksi uang saat OTT itu dilakukan. 

"Transaksi ini dari identifikasi yang sudah kami lakukan diduga terkait dengan pengisian jabatan di Kementerian Agama baik di pusat ataupun di daerah. Tentu kami perlu mendalami lebih lanjut informasi-informasi tersebut dan KPK belum bisa menyebutkan siapa saja orang-orang yang diamankan," kata Febri kepada wartawan di Gedung ACLC C1, Jl. Rasuna Said, Jakarta, Jumat (15/3/2019). 

Baca juga: KPK Tangkap 5 Orang dalam OTT Ketum PPP Romahurmuziy

"Kami duga ini bukan transaksi pertama," tambahnya.

Selain itu, lanjutnya, ada sejumlah uang dalam bentuk mata uang rupiah yang juga diamankan saat operasi senyap tersebut. Namun Febri tidak menyebutkan berapa nominalnya. 

"Ada uang yang kami amankan juga karena itu ada diduga adalah bagian dari transaksi yang diindikasikan melibatkan penyelenggara negara tersebut," ucapnya.

Baca juga: Cuitan Mahfud MD Usai OTT Rommy: Semua Hanya Masalah Waktu!

Terkait status hukum dari para pihak yang diamankan itu, Febri mengatakan baru akan disampaikan ke publik saat konferensi pers nanti. 

"Karena prosesnya masih berjalan sesuai hukum acara yang berlaku ada waktu paling lama 24 jam. Jadi paling lama 24 jam nanti akan ditentukan status hukum perkaranya. Apakah tetap di penyelidikan atau ditingkatkan ke penyidikan dan siapa yang menjadi tersangka kalau ditingkatkan ke proses penyidikan," paparnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: