Pantau Flash
Menteri BUMN Pangkas Deputi Kementerian Jadi 3
Marquez Persembahkan Treble Crown untuk Lorenzo
Sesmenpora: Tidak Mungkin Indonesia Juara Umum Sea Games
Parah! Oknum Satpol PP Bobol Bank DKI Sejak Mei dengan Kerugian Rp32 Miliar
Indonesia Alami 3271 Kali Bencana Alam Selama Tahun 2019

Patung Firaun Tutankhamun Dilelang di London, Mesir Meradang

Patung Firaun Tutankhamun Dilelang di London, Mesir Meradang Patung Tutankhamun yang laku terjual 4,7 juta poundsterling atau Rp83,3 miliar di balai lelang Christie's. (Foto: Christie's)

Pantau.com - Sebuah patung milik raja muda Mesir, Tutankhamun, telah laku terjual dalam rumah lelang London di tengah protes Kairo yang meminta kembali patung tersebut.

Rumah lelang Christie mengatakan peninggalan berbentuk kuarsa yang berusia 3.000 tahun dengan ukuran 28,5 cm itu laku terjual senilai 4,7 poundsterling atau setara dengan Rp83,3 miliar, pada Kamis, 4 Juli 2019.

Patung kepala Firaun itu berasal dari koleksi pribadi seni kuno Resandro Collection yang terakhir kali dijual Christie pada 2016, seharga 3 juta poundsterling. 

Melansir The Guardian, Jumat (5/7/2019), selama pelelang itu, sekitar 20 orang melakukan aksi protes berdiam diri dengan meletakan poster yang bertuliskan "sejarah Mesir tidak untuk dijual".

Baca juga: Monster Laut Mengerikan Ditemukan Nelayan Rusia di Samudera Atlantik

Mesir telah lama menuntut kembalinya artefak yang diambil oleh arkeolog, termasuk baru Roestta yang disimpan di dalam British Museum, serta patung Pathenon dari Yunani, perunggu Benin dari Nigeria, dan Magdala dari Ethiopia.

"Keputusan Christie bertentangan dengan perjanjian dan konvensi internasional," kata Kementerian Luar Negeri Mesir.

"Kami menentang warisan dan barang berharga kami yang dijual seperti sayur dan buah-buahan," ujar Ibrahim Radi, seorang perancang grafis Mesir yang berusia 69 tahun, yang tergabung dalam aksi protes diluar rumah lelang.

Sebelum pelelangan itu, Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Antiquities Mesir mengatakan kecewa dengan penjualan itu di publik ditengah permintaan pemerintahan Mesir untuk mengembalikan patung tersebut.

Baca juga: Misteri Garis Nasca-Palpa di Peru yang Dipenuhi Gambar Hewan Kuno

"Saya percaya bahwa patung itu dibawa keluar secara ilegal. mereka belum mempresentasikan dokumen apapun untuk membuktikan semuanya," demikian pernyataan Mesir.

Namun, Christie mengatakan bahwa Mesir belum pernah menyatakan tingkat kepedulian yang sama tentang patung itu yang telah dipamerkan di depan umum selama bertahun-tahun.

"Objeknya bukan, dan belum, menjadi subjek investigasi," katanya kepada AFP.

Tutankhamun diperkirakan menjadi firaun pada usia sembilan tahun dan meninggal sekitar 10 tahun kemudian. Kekuasaannya mungkin akan berlalu tanpa publikasi jika bukan karena penemuan 1922 oleh Howard Carter dari Inggris mengenai makamnya yang masih utuh. Tutankhamun dikenal sebagai King Tut dan dijadikan subjek lagu dan film.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: