Pantau Flash
7 Tahun Digarap, PLTA Rajamandala akan Pasok Kelistrikan Jawa-Bali
Hendra Pastikan Indonesia Open 2019 Bukan Kompetisi Terakhirnya
Harga Cabai Tembus Rp70.553 per Kg Setara Setengah Kg Daging Sapi
Persija Siap Beri Kekalahan Pertama untuk Tira Persikabo
DPR Terima Surat Pertimbangan Pemberian Amnesti Baiq Nuril

Pelajar Indonesia yang Disandera Militan Yaman Akhirnya Bebas

Pelajar Indonesia yang Disandera Militan Yaman Akhirnya Bebas Militan Yaman. (Foto: Rueters)

Pantau.com - Seorang pelajar asal Indonesia, Adib Nadim, dibebaskan dari penyanderaan oleh kelompok bersenjata di Yaman dan dipulangkan ke Tanah Air melalui Oman oleh KBRI Muscat.

Adib yang telah tiba di Indonesia pada Rabu (13 Maret 2019), sebelumnya ditangkap oleh kelompok bersenjata di Kota Yaslah yang berlokasi 30 kilometer selatan Yaman, pada 28 November 2018.

Ia ditahan selama 99 hari bersama sekitar tujuh warga negara asing lainnya hingga akhirnya dibebaskan pada 7 Maret 2019.

"Semalam kami berhasil membebaskan seorang WNI dan memulangkannya ke Tanah Air, setelah sempat ditangkap oleh kelompok bersenjata di Yaman. Pembebasan dan pemulangan ini tidak lepas dari kerja sama dan bantuan oleh otoritas Oman," kata  Menlu Retno Marsudi usai bertemu dengan Menteri Luar Negeri Oman Yusuf bin Alawi bin Abdullah di Gedung Pancasila, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Baca juga: 4 Tahun Perang Yaman, 10 Juta Orang Terancam Kelaparan

Adib adalah seorang mahasiswa Universitas Darul Hadits, Sihr, Hadramaut. Ia berangkat ke Yaman untuk meneruskan studinya pada 2013.

Saat ditangkap, Adib sedang menemani sahabatnya, yakni seorang warga Malaysia, untuk menjenguk keluarganya di Kota Sanaa.

Upaya pembebasan Adib dilakukan lewat kerja sama dengan otoritas keamanan Kesultanan Oman dan kontak-kontak KBRI Muscat yang ada di Sanaa.

"Alhamdulillah saya bisa bebas. Terima kasih atas bantuan KBRI dan pemerintah yang sudah mengupayakan pembebasan saya", ujar Adib saat diterima Duta Besar RI Muscat Mustofa Taufik Abdul Latif setelah pembebasan tersebut, seperti disampaikan melalui keterangan tertulis Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI.

Baca juga: Dakwaan Pembunuhan Kim Jong-Nam Dicabut, Siti Aisyah Bebas Vonis Mati

Sejak konflik bersenjata pecah pada 2015, pemerintah Indonesia mengeluarkan imbauan kepada seluruh WNI untuk tidak berkunjung ke Yaman.

Hingga saat ini, imbauan tersebut belum dicabut karena secara umum situasi keamanan di Yaman dianggap belum kondusif bagi warga negara asing. 

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional