Forgot Password Register

Pemerintah Atur Harga BBM, Apa Pengaruhnya Terhadap Inflasi?

Gubernur BI Agus Martowardojo. (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika) Gubernur BI Agus Martowardojo. (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com - Pemerintah kembali mengatur penetapan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sehingga badan usaha yang menjual BBM non subsidi mendapatkan harus persetujuan pemerintah jika akan menaikkan harga.

"Kalau seandainya ada kenaikan ada diinformasikan di awal dan akan dikoordinasikan supaya waktunya tepat sehingga inflasi tetap bisa terjaga," ujar Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Pihaknya menyambut baik keputusan tersebut. Ia mengatakan, kebijakan tersebut akan memperkecil resiko komoditas barang yang harganya ditentukan pemerintah.

Baca juga: Menteri Sri Mulyani Anggap Kenaikan Harga BMM Sudah Wajar

"Artinya risiko dari administered price menjadi minimum yang perlu kita waspadai adalah di volatile food," katanya.

Pihaknya menyambut baik kebijakan tersebut dan optimis inflasi tahun ini akan terjaga sesuai dengan target 2018 sebesar 3,5 persen. 

"Kami sambut baik kebijakan itu dan kita sama-sama mengikuti bahwa tiga tahun terkahir itu inflasi  kita selalu terjaga dalam range di kisaran 4 persen bahwa tahun 2018 ditargetkan turun di 3,5 persen," tuturnya.

"Jadi dengan cara melakukan koordiansi seperti itu saya optimis bahwa inflasi kita akan terjadi di kisaran range 3,5%," imbuhnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More