Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

BPH Migas Pantau Distribusi BBM dan Avtur Jelang Mudik Lebaran, Stok Energi Dipastikan Aman

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BPH Migas Pantau Distribusi BBM dan Avtur Jelang Mudik Lebaran, Stok Energi Dipastikan Aman
Foto: (Sumber : Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan pemantauan langsung simpul utama distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda, Surabaya hingga Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (13/3/2026). ANTARA/HO-BPH Migas..)

Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan pemantauan langsung terhadap simpul utama distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan avtur menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.

Pemantauan dilakukan di sejumlah titik strategis mulai dari Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda hingga Pelabuhan Ketapang.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan pemantauan juga mencakup Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sepanjang jalur tol dan non-tol di wilayah Pasuruan, Jember, dan Situbondo.

Selain itu monitoring juga dilakukan di Integrated Terminal Tanjung Wangi.

Wahyudi Anas mengatakan, "Kami melakukan monitoring persiapan arus mudik Lebaran 1447 H. Mulai dari AFT Juanda, di mana BPH Migas telah memastikan stok avtur di AFT Juanda sampai 24 hari, sehingga cukup aman dan lancar. Ada potensi lonjakan konsumsi avtur sekitar 2-4 persen yang telah diantisipasi oleh Pertamina Group untuk penyediaannya", ungkapnya.

Konsumsi Biosolar Meningkat Menjelang Pembatasan Angkutan Barang

Pemantauan kemudian dilanjutkan ke salah satu SPBU di rest area ruas Tol Pasuruan pada 13 Maret 2026.

Di lokasi tersebut tercatat peningkatan konsumsi Biosolar menjelang pembatasan operasional kendaraan angkutan barang nonsembako sebelum Lebaran.

Wahyudi Anas menyebut konsumsi Biosolar meningkat sekitar 20 persen.

Peningkatan tersebut dipicu kebijakan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang nonsembako mulai H-7 Lebaran di jalan tol maupun jalan lintas kota dan kabupaten.

Sementara itu konsumsi Pertalite tidak mengalami peningkatan yang signifikan.

BPH Migas juga menggelar bimbingan teknis penerbitan Surat Rekomendasi pembelian Jenis BBM Tertentu Biosolar dan Jenis BBM Khusus Penugasan Pertalite.

Wahyudi Anas mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Jember yang telah menjalankan regulasi penerbitan Surat Rekomendasi bagi berbagai sektor pengguna.

Sektor tersebut meliputi usaha mikro, perikanan, pertanian, transportasi, hingga pelayanan umum.

Sidak SPBU dan Kesiapan Distribusi Energi

Di wilayah Jember BPH Migas juga melakukan inspeksi mendadak ke salah satu SPBU yang berada di jalur alternatif.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan potensi penyalahgunaan BBM subsidi sehingga SPBU tersebut disegel.

Proses penyelidikan kasus tersebut saat ini sedang dilakukan oleh aparat penegak hukum.

Wahyudi Anas memastikan pasokan BBM di wilayah sekitar tetap terjaga meskipun SPBU tersebut disegel.

Pasokan BBM dari SPBU tersebut akan dialihkan ke SPBU terdekat agar masyarakat tetap mendapatkan BBM tanpa hambatan.

Wahyudi Anas mengatakan, "BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga akan melakukan realokasi kuota untuk JBT dan JBKP kepada SPBU sekitarnya", ujarnya.

Pada 15 Maret 2026 Wahyudi juga meninjau Integrated Terminal Tanjung Wangi.

Hasil pemantauan menunjukkan stok BBM di terminal tersebut berada pada kisaran lebih dari 30 hari.

Distribusi BBM dioptimalkan melalui mobil tangki ke berbagai wilayah.

PT Pertamina Patra Niaga wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara menyiapkan 17 mobil kantong untuk mendukung distribusi BBM.

Untuk jalur Pantura disiapkan lima titik mobil kantong di sepanjang wilayah Banyuwangi hingga Surabaya.

Dalam distribusi BBM transportasi laut stok BBM untuk pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah diprioritaskan oleh Pertamina Patra Niaga wilayah Jatimbalinus.

Selain itu disiapkan mobil tangki khusus untuk menambah stok BBM bagi transportasi laut.

BPH Migas juga menilai Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri yang dibentuk PT Pertamina (Persero) sejak 9 Maret hingga 1 April 2026 telah memperkuat kesiapan pasokan dan distribusi energi.

Direktur SDM dan Layanan Korporasi PT ASDP Indonesia Ferry Ardhi Ekapaty mengapresiasi keandalan pasokan BBM untuk mendukung transportasi penyeberangan.

Ia mengatakan, "Kondisi sampai dengan saat ini, kendaraan baik dari Gilimanuk maupun dari Ketapang sudah mengalami peningkatan. Sampai sejauh ini, so far so good dan untuk kebutuhan BBM terpenuhi", ungkapnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf