Pantau Flash
Juan Cuadrado Perpanjang Kontrak Bersama Juventus hingga 2022
Terduga Pembobol Bank DKI Bertambah Jadi 41 Orang
Resmi! Bamsoet Nyatakan Maju Tantang Airlangga di Munas Golkar
UMK Kabupaten Karawang Lampaui UMP DKI Jakarta
Jokowi: Stop Belanja Alutsista Hanya Berorientasi Proyek

Penelitian Terbaru Sebut Vegetarian Berisiko Tinggi Terserang Kolesterol

Penelitian Terbaru Sebut Vegetarian Berisiko Tinggi Terserang Kolesterol Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Sebagian orang mungkin setuju jika mengonsumsi makanan bergizi, salah satunya sayuran, dapat meningkatkan kesehatan tubuh dan terhindar dari berbagai penyakit.

Namun ternyata itu bukan jaminan. Bahkan penelitian terbaru membuktikan bahwa seseorang yang hanya mengonsumsi sayuran atau vegetarian justru berisiko tinggi terkena stroke daripada orang yang memakan daging.

Walaupun mereka yang tidak makan daging memiliki kemungkinan lebih rendah terkena penyakit jantung koroner. "Tampaknya memang semakin rendah risiko penyakit jantung koroner melebihi risiko stroke yang lebih tinggi, jika kita melihat angka absolutnya," kata Tammy Tong, ahli epidemiologi gizi di Departemen Kesehatan Populasi Nuffield di Universitas Oxford, seperti dilansir dari CNN.

Tong mengatakan studinya merupakan yang pertama melihat risiko stroke pada vegetarian. Hasil penelitian menunjukan bahwa vegetarian dan vegan memiliki risiko stroke 20 persen lebih tinggi daripada pemakan daging, terutama stroke hemoragik, kondisi ketika pembuluh darah yang pecah menyebabkan pendarahan di dalam otak. 

Baca juga: 5 Manfaat Ajaib Madu, Bisa Turunkan Kolesterol hingga Jerawat

Menurutnya, 3 kasus stroke seperti ini pada vegetariam lebih banyak per 1.000 orang selama 10 tahun.

Tong mengatakan, belum ada alasan pasti mengapa vegetarian lebih berisiko terkena stroke. Namun, ada kemungkinan disebabkan oleh kadar kolesterol yang sangat rendah atau tingkat nutrisi yang sangat rendah.

"Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa kadar kolesterol yang sangat rendah mungkin dikaitkan dengan risiko stroke hemoragik yang sedikit lebih tinggi, Demikian pula, penelitian lain menunjukkan defisiensi beberapa nutrisi, seperti vitamin B12, mungkin terkait dengan risiko stroke yang lebih tinggi," kata Tong.

Tim peneliti Tong melacak lebih dari 48.000 orang di Inggris dengan usia rata-rata 45 tahun, yang dikelompokkan menjadi pemakan daging (24.428), pescetarian (7,506), dan vegetarian, termasuk vegan (16.254). Peserta dilacak rata-rata selama 18 tahun dan selama periode studi ada 2.820 kasus penyakit jantung koroner dan 1.072 kasus stroke. Perhitungan penelitian memperhitungkan faktor-faktor yang berpengaruh, seperti merokok atau aktivitas fisik.

Penelitian Tong juga menemukan, orang yang mengikuti diet pescetarian (tidak mengonsumsi daging, tapi mengonsumsi ikan) tidak memiliki tingkat stroke yang secara signifikan lebih tinggi. Karena kadar kolesterol pemakan ikan tidak serendah vegetarian dan tidak mungkin kekurangan vitamin B12.

Namun, beberapa peneliti masih ragu dengan temuan stroke tersebut. Penelitian lebih banyak menunjukkan bahwa orang yang menyingkirkan konsumsi daging secara signifikan lebih sehat daripada pemakan daging.

Baca juga: Berapa Banyak Tubuh Memerlukan Asupan Serat?

Dr. Malcolm Finlay, konsultan ahli jantung di Barts Heart Centre, Queen Mary University of London, yang tidak terlibat dalam penelitian Tong, mengatakan vegetarian sangat sehat daripada pemakan daging. Ia menanggapi penelitian Tong, menurutnya dalam penelitian tersebut terlalu banyak bobot pada metode statistik yang rumit untuk dicoba dan dikoreksi.

"Walaupun metode ini dapat mengatakan risiko stroke tidak serendah yang diperkirakan pada vegetarian mengingat seberapa banyak mereka secara umum lebih sehat dibandingkan dengan pemakan daging, risiko keseluruhan mereka terhadap peristiwa kardiovaskular yang mengubah hidup terjadi. Masih tampak jauh lebih rendah," katanya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati
Category
Ragam

Berita Terkait: