Pantau Flash
Ahsan/Hendra Raih Gelar Juara Dunia 2019
Hasil MotoGP Inggris 2019: Alex Rins Terdepan, Marquez Kedua
Soal Pemindahan Ibu Kota, Kemendagri Sebut Belum Tentukan Letak Pastinya
Putin Perintahkan Kemhan Rusia Balas Uji Coba Peluru Kendali AS
Catat! Ini Janji Menko Luhut Soal Solusi Masalah Sawit Indonesia

Penipuan Bermodus Money Changer Fiktif, Pasutri Diringkus Polisi

Penipuan Bermodus Money Changer Fiktif, Pasutri Diringkus Polisi Pasutri yang melakukan penipuan (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Pasangan suami istri bernama Lyana dan George harus meringkuk di balik jeruji besi lantaran melakukan tindak pidana penipuan dan penggelepan dengan modus penukaran uang valuta asing (valas).

Aksi penipuan yang dilancarkan pasutri itu dilakukan dengan cara membujuk rayu para korbannya agar ikut serta penjualan valas dengan mata uang asing. Dalam aksinya, pasangan itu telah menipu empat orang selama kurun waktu satu tahun terakhir. 

"Sudah ada empat korban yang melaporkan, sejak bulan Oktober sampai September 2018," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Baca juga: Hukuman Terdakwa Suap PLTU Riau-1 Johannes Kotjo Diperberat Jadi 4,5 Tahun Penjara

Dari empat korbannya itu, kata Argo, pasutri itu menarik uang dengan nominal yang berbeda, mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah. 

Bahkan, para tersangka meyakinkan para korbannya dengan menjanjikan akan memberikan keuntungan dengan cepat kepada para korban usai uang itu diterima. Namun, uang yang dijanjikan tak pernah diterima korban.

"Ada yang Rp700 juta, Rp1,2 miliar, Rp3,8 miliar, dan Rp5 miliar. Ada empat lokasi kejadian yaitu di Pertama di Tangerang Selatan, Jakarta Barat, Sumatera Utara, dan Surabaya, Jawa Timur," papar Argo.

Terpisah, Kasubdit II Fismondev Ditteskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Harun menambahkan, para tersangka itu berhasil memperdaya para korbannya dengan mengiming-imingi keuntungan lebih dari selisih mata uang asing.

Baca juga: Polisi akan Periksa Dokter RS MMC Terkait Kasus Penganiayaan Penyidik KPK

Bahkan, perbedaan keuntungan dari proses penukaran uang itu dinilai jauh lebih tinggi dari yang ditawarkan pihak bank.

"Para tersangka ini mengiming-ngimingi dengan persentase keuntungan valas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan bank-bank lain," kata Harun.

Selain itu, lanjut Harun, dari pengungkapan kasus itu pihaknya menyita beberapa barang bukti berupa lembaran aplikasi setoran, transfer, kliring, inkaso ke beberapa rekening bank.

Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasangan suami istri dikenakan pasal berlapis, yakni 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 49 ayat (1) huruf a dan ayat (2) huruf b UU RI No. 7 tahun 1992 tentang Tindak Pidana Perbankan sebagai mana telah diubah dengan UU RI No. 10 tahun 1998 dan atau Pasal 3 UU RI No. 8 tahun 2010 tentang TPPU. Dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun kurungan penjara.


Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: