Forgot Password Register

Polisi akan Periksa Dokter RS MMC Terkait Kasus Penganiayaan Penyidik KPK

Polisi akan Periksa Dokter RS MMC Terkait Kasus Penganiayaan Penyidik KPK Gedung Polda Metro Jaya (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya akan memeriksa seorang dokter dari Rumah Sakit MMC Jakarta dalam kasus dugaan penganiayaan penyelidik Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK). 

Rencananya, pemeriksaan dokter yang melakukan operasi terhadap Muhammad Gilang Wicaksono akan berlangsung pada Selasa (12/2/2019).

"Rencananya pemeriksaan dokter besok ya (Selasa)," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Baca juga: Kasus Pengeroyokan Anggota KPK: Kuasa Hukum Minta Saksi Diperiksa di Papua, Kenapa?

Selain itu, pemeriksaan tersebut merupakan hasil agenda ulang lantaran sebelumnya dokter itu tak dapat menghadiri agenda pemeriksaan pada hari ini.

"Kemudian ada schedule memeriksa dokter yang melakukan operasi hari ini (Senin). Tapi ternyata yang bersangkutan minta reschedule," papar Argo.

Lebih jauh, Argo juga menjelaskan bahwa dalam upaya pengusutan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 10 orang saksi-saksi. Sepuluh orang itu terdiri dari beberapa petugas keamanan atau security Hotel Borobudur, resepsionis dan lain-lain.

"Intinya bahwa dari kepolisian, dari penyidik sudah memeriksa 10 saksi," kata Argo.

Baca juga: Sambangi Polda Metro, Pengacara Minta Pemeriksaan Sespri Gubernur Papua Ditunda

Diberitakan sebelumnya, Anggota Tim Biro Hukum KPK Indra Mantong Batti bersama dengan penyelidik KPK Muhamad Gilang Wicaksono melayangkan laporan terkait kasus penganiayaan ke Polda Metro Jaya. 

Laporan itu telah terdaftar sejak Minggu, 3 Februari 2019 pukul 14.30 dan diterima oleh Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). Selain itu, dalam laporan itu juga pihak terlapor yang masih dalam lidik itu dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 211 KUHP dan atau Pasal 212 KUHP. 

Dalam pelaporan itu juga tertulis insiden penganiayaan terjadi saat korban dan saksi sedang bertugas pencarian data di TKP, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Kemudian, korban dan saksi didatangi oleh lebih kurang 10 orang. Tak lama kemudian, saksi dan korban terlibat cekcok mulut. Kemudian terlapor memukuli korban menggunakan tangan kosong yang menyebabkan korban mengalami retak di hidung, luka memar, dan robek di wajah.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More