Pantau Flash
Cabor Menembak Sempat Terkendala Pajak Impor Peluru
Menko PMK Perkirakan 10 Juta Orang Butuh Kartu Pra Kerja
Safawi Rasid Dicoret dari Timnas U-22 Malaysia
LRT Beroperasi Komersil Mulai 1 Desember dengan Tarif Rp5000
Iwan Bule Lepas Timnas U-22 Indonesia ke SEA Games 2019

Peralatan Sempat Disita hingga Blacklist, Huawei Pertanyakan Niat AS

Headline
Peralatan Sempat Disita hingga Blacklist, Huawei Pertanyakan Niat AS Toko Huawei di Madrid (Foto: China Daily)

Pantau.com - China Huawei Technologies Co Ltd. membatalkan gugatan terhadap pemerintah A.S setelah Washington merilis peralatan telekomunikasi yang disita atas dugaan pelanggaran kontrol ekspor.

Huawei, yang telah ditempatkan pada daftar hitam perdagangan A.S. sejak Mei, telah menggugat Departemen Perdagangan dan agen pemerintah A.S. lainnya karena menyita peralatannya di Alaska pada tahun 2017 dalam perjalanan kembali ke China setelah tes laboratorium di California.

Huawei mengatakan pemerintah AS mengembalikan peralatan pada Agustus setelah mengkonfirmasi tidak ada lisensi ekspor yang diperlukan dan memutuskan untuk membatalkan gugatan.

Baca juga: Huawei Pamer Chipset Paling Kuat untuk Smartphone 5G

Dikatakan perusahaan kecewa pemerintah AS menolak untuk memberikan penjelasan lengkap tentang apa yang Huawei sebut sebagai penahanan "sewenang-wenang dan tidak sah" atas peralatan selama dua tahun.

Nasib Huawei, pembuat peralatan telekomunikasi terbesar di dunia dan ikon nasional di China, telah menjadi sangat penting dalam meningkatnya perang dagang antara Beijing dan Washington.

Dikutip Reuters, Huawei masih menghadapi beberapa tuntutan pidana di Amerika Serikat karena diduga melanggar sanksi ekspor AS ke negara-negara termasuk Iran. Mereka mencoba untuk menantang penambahannya ke Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional AS dalam gugatan yang sedang berlangsung, yang katanya telah membatasi bisnisnya di Amerika Serikat “secara tidak konstitusional”.

Baca juga: Duh! Tak Hanya Kasus Huawei, FedEx Tersandung Kiriman Pisau Ilegal ke China

Washington mengatakan peralatan telekomunikasi perusahaan China itu dapat digunakan oleh Beijing untuk memata-matai, tuduhan yang dibantah Huawei.

Administrasi Trump menambahkan Huawei ke daftar entitas yang disebut pada bulan Mei, melarangnya membeli suku cadang dan komponen A.S. yang dibutuhkan tanpa persetujuan pemerintah A.S. dan mengancam akan mengganggu operasinya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: