Forgot Password Register

Headlines

Perdagangan WNI ke China Bermodus Pernikahan, Bamsoet: Ini Kurang Ajar!

Perdagangan WNI ke China Bermodus Pernikahan, Bamsoet: Ini Kurang Ajar! Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Foto: Pantau.com/ Bagsakara Isdiansyah)

Pantau.com - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pihak terkait untuk membongkar kasus penyelundupan manusia warga negara Indonesia (WNI) ke China dengan modus pernikahan melalui perantara atau kontrak. Selain itu ia berharap para pelaku diberikan hukuman yang berat.

"Ini masalah berat perbuatan biadab memperdagangkan manusia, tidak hanya hukum indonesia tapi hukum internasional pun mengatur hukuman yang berat buat pelakunya. Jadi kita minta jaringan ini dibongkar lalu kemudian diberikan hukuman berat," cetus Bamsoet di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Baca juga: Ketua DPR Desak Panggil Dubes Singapura Terkait Kasus Penjualan ART Via Online

Bamsoet menuturkan, Komisi I dan Komisi terkait di DPR RI sudah mendorong pihak pemerintah untuk melakukan investigasi mengungkap kasus tersebut. Termasuk juga Polri untuk mengusut apakah jaringan yang ada di dalam negeri.

"Ini kurang ajar, menurut saya sangat kurang ajar, masa dihargai 400 juta untuk kawin kontrak ini suatu hal yang biadab," tegasnya.

Baca juga: Celoteh Bamsoet Terkait Nomor Urut Pasangan Jokowi-Ma'ruf

Lebih lanjut, ia memastikan akan memanggil pihak duta besar China untuk Indonesia untuk dimintai penjelasan terkait kasus ke dalam perdagangan orang ini.

"Ya pasti nanti komisi I akan memanggil Dubes China untuk Indonesia guna memberikan keterangan," pungkasnya.

Sekadar informasi, diketahui belasan perempuan warga negara Indonesia (WNI) diduga menjadi korban tindak penyelundupan manusia ke China dengan modus pernikahan melalui perantara. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More