Pantau Flash
Kementan Ekspor Dedak Gandum Cilegon ke 4 Negara Senilai Rp39,6 Miliar
Ekspor Jepang Loyo 10 Bulan Berturut-turut
Soal Brexit: Inggris Bisa Keluar dari Uni Eropa dalam 10 Hari ke Depan
Jelang Duel dengan Petinju Afsel, Daud Yordan Fokus Latih Tanding
Pemerintah Diminta Konsisten Terapkan Aturan IMEI

Persija Gagal Main Kandang, Ini Kata Ivan Kolev

Persija Gagal Main Kandang, Ini Kata Ivan Kolev Ivan Kolev. (Foto: Pantau.com/Reza Saputra)

Pantau.com - Pelatih Persija Jakarta, Ivan Kolev, angkat bicara mengenai status tukar kandang dengan Bali United pada laga lanjutan Shopee Liga 1 2019. Hal itu dinilai oleh Kolev sangat merugikan tim berjulukan Macan Kemayoran yang sangat membutuhkan aura bermain di kandang.

Sejatinya, Persija Jakarta menjadi tuan rumah pada laga melawan Bali United. Bahkan pertandingan tersebut rencananya digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat 31 Mei 2019. Akan tetapi, laga batal digelar di SUGBK melalui pertimbangan dari panitia pelaksana.

Alasannya yaitu karena belum adanya izin keamanan dari pihak kepolisian akibat terjadinya kerusuhan di beberapa titik Jakarta lantaran hasil Pemilu 2019. Atas kejadian tersebut, PT Liga Indonesia Baru (LIB) memutuskan untuk menukar status kandang Persija Jakarta menjadi milik Bali United.

Baca Juga: Laga Bhayangkara FC vs Barito Dapat Izin Bermain

Nantinya, Persija Jakarta baru bisa menjamu Bali United di SUGBK pada putaran kedua nantinya. Praktis mereka belum merasakan bermain di kandang selama gelaran Liga 1 2019.

"Pasti itu mengganggu kami dan sangat disayangkan," ujar Ivan Kolev, seperti yang dikutip dari laman resmi Persija, Senin (27/5/2019).

Pria asal Bulgaria itu mengatakan sejak Januari 2019, Persija sudah mulai bertanding pada kualifikasi Liga Champions Asia hingga akhirnya tampil di Piala AFC 2019. Persija juga berlaga pada Piala Presiden 2019 dan Piala Indonesia 2018.

Baca Juga: Tertinggal Lebih Dulu, PSIS Semarang Berbalik Bungkam Persija Jakarta 

Tak ayal, Kolev menilai anak-anak asuhnya kelelahan bila harus bertanding di kandang lawan. Seharusnya, momen bermain di kandang bisa dimanfaatkan Persija Jakarta untuk memiliki waktu istirahat lebih.

"Kami selalu ada pertandingan dalam waktu lima hari, tapi saya tidak bisa marah sama pemain karena mereka sudah berusaha," tuntasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Reporter
Willa Wildayanti
Category
Olahraga

Berita Terkait: