Pantau Flash
New York Mulai Larang Penjualan Rokok Elektrik Bercita Rasa
UU Pemasyarakatan Beres, Napi Koruptor Bisa Mudah Bebas Bersyarat
Pesawat Twin Otter Hilang Kontak dalam Penerbangan dari Timika ke Ilaga
Hafiz/Gloria Terhenti di Babak Pertama China Open 2019
KTM: Posisi Johann Zarco Digantikan Mika Kallio hingga Akhir Musim

Pilpres Selesai, PA 212: Imam Bukan di Kertanegara Lagi, Tapi di Mekah!

Headline
Pilpres Selesai, PA 212: Imam Bukan di Kertanegara Lagi, Tapi di Mekah! Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif mengimbau kepada mujahid 212 atau alumni 212 agar kembali kepada khittah atau garis besar perjuangan untuk membela islam dan keadilan.

Untuk itu, dirinya meminta para mujahid tak lagi mendramatisir kekalahan Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

"Karenanya peluang sekecil apapun untuk menegakkan itu (islam dan keadilan) harus tetap kita ambil. Sehingga ayolah pilpres sudah selesai, Prabowo sudah selesai. Jangan berharap itu terus," ujar Slamet di Jakarta, Rabu 10 Juli 2019.

Baca juga: Pembelaan PA 212 Ketika Habib Rizieq Disebut Tak Berpengaruh di Indonesia

Bagi Slamet, proses Pilpres 2019 sudah selesai pasca Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan untuk menolak seluruh gugatan sengketa Pilpres yang diajukan oleh Prabowo-Sandi. Atas dasar itu, Slamet menilai kini, Prabowo bukan lagi menjadi imam yang perlu diperjuangkan para mujahid 212.

"Jadi kalau Anda ingin berjuang Prabowo jadi presiden, maaf itu sudah selesai. Peluangnya tidak ada. Imam Anda bukan yang ada di Kertanegara (kediaman pribadi Prabowo di Jakarta Selatan). Tapi yang ada di Mekah. Itu yang perlu dicatat oleh gerakan kita," tegasnya.

Baca juga: Gerindra: Ada Faktor X yang Menghambat Rizieq Pulang ke Tanah Air

Lebih lanjut, Slamet menegaskan, kalau PA 212 kemarin sempat terlibat dalam dunia perpolitikan dengan mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 itu hanya semata-mata untuk dijadikan kendaraan saja dalam memperjuangkan agama dan rakyat.

"Kalau saatnya sudah macet, sudah rusak, jangan dipaksain. Turun bareng-bareng cari kendaraan lain. Oleh karenanya, ayo jangan lupa, 2020 ada Pilkada. Dari sekarang kita harus fokus untuk menegakan perjuangan kita. Jadi kemudian jangan kita terbelenggu terus," tandasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: