Pantau Flash
Australia Terancam Dengan Model Jualan Daging Lewat Medsos di Indonesia
JK: Masyarakat Papua Diharapkan Terima Permintaan Maaf Gubernur Khofifah
Imbas Perang Dagang, China Mulai Kurangi Impor Emas Hingga 500 Ton
OTT Yogyakarta: KPK Bawa 5 Orang ke Jakarta untuk Diperiksa
G7 Adakan KTT di Tengah Kepanikan akan Perekonomian Global

Pimpinan Jaringan JAD di Bekasi Belajar Rakit Bom dari Media Sosial

Pimpinan Jaringan JAD di Bekasi Belajar Rakit Bom dari Media Sosial Ilustrasi (Foto: Pantau.com)

Pantau.com - Terduga teroris EY yang merupakan pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Bekasi, Jawa Barat, belajar membuat serta memodifikasi bom dari media sosial.

"Selain punya kemampuan elektronik, EY juga memiliki kemampuan reparasi gawai. Dia belajar dari media sosial. Dia juga coba melihat bagaimana bom yang sudah dipraktikkan di Suriah, Irak, dan Sri Lanka," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/5/2019).

Baca juga: Terungkap! Ini Peran Pemilik Gerai Ponsel Jaringan Teroris di Bekasi

Dedi Prasetyo mengatakan EY berhasil merakit bom dari belajar di media sosial sehingga semakin memacu dan memotivasinya untuk memperdalam cara membuat bom "triacetone triperoxide" (TATP) atau "mother of satan".

Platform media sosial yang digunakan untuk mendalami cara membuat bom oleh EY antara lain Twitter serta platform video Youtube. Sejauh ini dari belajar sendiri itu, kelompok EY sudah merakit dua bom, tetapi polisi menemukan bahan baku cukup banyak untuk merakit bom.

"Bahan-bahan ini cukup banyak ya, makanya Densus mendalami ini, apakah bahan bahan sebanyak ini cuma segini atau ada di beberapa tempat, dan apakah bahan ini juga sudah diberikan kepada jaringan-jaringan EY," tutur Dedi Prasetyo.

Baca juga: Teroris di Bekasi Mampu Modifikasi hingga Aktifkan Bom dengan Wi-Fi

Dalam merakit bom, EY mendanainya dari hasil menjual dan mereparasi gawai serta reparasi alat-alat elektronik. Setelah menangkap EY dan anggota kelompoknya berinisial YM pada Rabu, Densus masih memburu anggota kelompoknya yang lain.

"Densus 88 usaha semaksimal mungkin sebelum tanggal 22 Mei diharapkan dengan upaya-upaya yang telah dilakukan selama ini, tidak ada aksi terorisme," kata dia.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Nasional