Pantau Flash
Marcus/Kevin Perpanjang Rekor Buruk Jumpa Endo/Watanabe
10 Tempat Kerja Terbaik di Singapura, Google Nomor 1
Iwan Bule Sebut Penggawa Timnas U-22 Bisa Bela Tim Senior
Greys/Apri Gagal Lolos ke Semifinal BWF World Tour Finals 2019
Waskita Bantah Kabar di Medsos yang Sebut Tol Layang Japek Meliuk-liuk

PM Australia Desak China Stop Berlaga Jadi Negara Berkembang

Headline
PM Australia Desak China Stop Berlaga Jadi Negara Berkembang Perdana Menteri Scott Morrison. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Perdana Menteri Australia Scott Morrison yang sedang berkunjung ke Amerika Serikat telah mendesak China untuk mengambil peran sebagai negara adidaya dan berhenti bertindak sebagai negara yang masih berkembang.

Dalam pidatonya di depan para pengusaha di Chicago hari Senin (23 September 2019) malam waktu setempat, PM Morrison mengatakan China harus mengambil peran lebih besar dalam perdagangan dunia.

Menurut PM Morrison, keberhasilan pertumbuhan ekonomi China selama ini telah membuat ratusan juta penduduk negara itu terangkat dari jurang kemiskinan.

Namun transisi China ke perekonomian yang lebih maju juga harus ditandai dengan tanggung jawabnya sebagai negara besar.

"Di saat sebuah bangsa mengalami kemajuan dan berkembang ke depan, kewajiban dan aturan yang berlaku untuk mereka juga berubah," katanya.

Baca juga: Pertamina Jamin Stok Avtur untuk Helikopter Pembom Air di Sumatera

"Maksudnya belum ada contoh lain seperti yang terjadi di China terjadi di tempat lain, kecuali mungkin seperti di Amerika Serikat," tambahnya.

"Jelas kemajuan ini akan tercermin dalam bagaimana mereka bertanggung jawab sebagai institusi global," lanjut PM Morrison.

Dilansir ABC, pernyataan PM Morrison ini dikeluarkan menjelang berakhirnya kunjungan ke AS yang sedang terlibat perang dagang dengan China akibat kebijakan Presiden Donald Trump.

PM Morrison mengatakan bahwa perubahan aturan perdagangan dunia mengenai China yang hanya terjadi dalam beberapa generasi itu juga menyangkut kepentingan nasional Australia.

"Australia tidak sekadar jadi penonton dalam proses ini. Kami akan terlibat. Kami akan memainkan peran kami. Masalah sebenarnya adalah demi kepentingan nasional kami," katanya.

Baca juga: Boeing Klaim Tetap Bayar Kompensasi Rp2 Miliar untuk Keluarga Korban

PM Morrison mengakui perubahan aturan berkenaan dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) akan memerlukan waktu, namun percepatan perubahan harus dilakukan agar WTO bisa bergerak sesuai perubahan ekonomi dunia.

Hal itu disampaikan PM Morrison sebelum terbang ke New York menghadiri pertemuan soal iklim di Markas PBB. Australia tidak diundang untuk memberikan pidato dalam pertemuan yang membahas masalah perubahan iklim tersebut.

Yang diundang berbicara hanya negara-negara yang menjanjikan kebijakan baru berkenaan dengan pengurangan emisi gas rumah kaca.

PM Morrison tidak secara khusus membahas masalah perubahan iklim dalam pidatonya di Chicago, namun mengatakan China harus bertanggung jawab dalam masalah lingkungan sama seperti negara maju lainnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: