Pantau Flash
Kevin/Marcus Tantang Hendra/Ahsan di Final Indonesia Open 2019
Hendra/Ahsan Melangkah ke Final Indonesia Open 2019
Polisi Kembangkan Kasus Sabu Nunung hingga Luar Kota
Kongres Luar Biasa PSSI Digelar di Ancol 27 Juli 2019
Duterte Sebut HAM PBB Bodoh

Politisi Gerindra Dicecar 21 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Makar

Politisi Gerindra Dicecar 21 Pertanyaan Terkait Kasus Dugaan Makar Permadi usai jalani pemeriksaan (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Polisi Partai Gerindra Permadi telah rampung menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan makar yang menjerat Kivlan Zen. Dalam pemeriksaan itu, Permadi menyebut dicecar sedikitnya 21 pertanyaan.

"Pertanyaan saya ada 21, yang penting kira-kira 15 lah, karena yang 6 kan cuma sehat atau tidak, dan lain sebagainya," ucap Permadi di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Baca juga: Ini Materi Pemeriksaan Politikus Gerindra Soal Kasus Dugaan Makar

Puluhan pertanyaan yang diajukan oleh penyidik, kata Permadi, masih seputar pertemuan yang berlangsung di Rumah Rakyat dan dihadiri Kivlan Zen sebagai terlapor dalam kasus tersebut. 

"Pertanyaannya adalah, apa yang menyebabkan saya datang pada pertemuan pada Mei di Rumah Rakyat Jalan Tebet Timur Raya, saya mengatakan saya diundang oleh yang punya rumah," kata Permadi.

Tak hanya itu, sambung Permadi, dalam pertemuan itu dirinya juga diminta untuk membacakan beberapa petisi di hadapan para awak media. 

Akan tetapi, saat diminta untuk membacakan 4 petisi dan 14 pendahuluan, Permadi sempat menolak meski akhinya membacanya secara keseluruhan yang dibahas dalam pertemuan itu.

Baca juga: Permadi Penuhi Panggilan Polisi Sebagai Saksi Dugaan Makar Kivlan Zen

"Saya baru tahu, bahwa kita akan melakukan suatu petisi di dapan para wartawan, untuk itu saya tentu minta petisinya seperti apa, saya diberikan petisi ternyata, di petisi itu ada 14 pendahuluan dan 4 petisi," ungkapnya.

"Saya menolak yang 14 pendahuluan sebab terlalu panjang, rakyat tidak akan mau baca dan agak kurang sesuai dengan keinginan saya. 4 petisi saya bersedia, dan keputusan rapat memutuskan saya dianggap paling tua, saya dianggap sesepuh, saya diminta membacakan petisi itu dan saya bersedia," sambungnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: