Pantau Flash
JK: Masyarakat Papua Diharapkan Terima Permintaan Maaf Gubernur Khofifah
Imbas Perang Dagang, China Mulai Kurangi Impor Emas Hingga 500 Ton
OTT Yogyakarta: KPK Bawa 5 Orang ke Jakarta untuk Diperiksa
G7 Adakan KTT di Tengah Kepanikan akan Perekonomian Global
Redam Hoax Kerusuhan Papua, Kemkominfo Sempat Perlambat Internet

Polri: Massa Aksi 22 Mei Diduga Akan Lakukan Perbuatan Anarkis

Polri: Massa Aksi 22 Mei Diduga Akan Lakukan Perbuatan Anarkis Gedung Bareskrim (Foto: Pantau.com/Anugerah Ali)

Pantau.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal menuturkan massa demo pada 22 Mei di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI diduga merencanakan tindakan anarkis, diketahui dari ditemukannya peralatan berbahaya yang dibawa.

"Hasil pengamatan kami massa yang datang diduga memiliki rencana untuk melakukan perbuatan anarkis. Jadi bukan sekadar unjuk rasa damai," ujar Mohammad Iqbal di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Sejumlah kelompok massa yang berangkat ke DKI Jakarta diduga sudah mempersiapkan diri dengan peralatan berbahaya, seperti kelompok di Jawa Timur ditangkap memiliki bom molotov.

Baca juga: Polisi Ringkus Oknum Guru Agama di Garut Penyebar Teror Bom di Jakarta

Selain itu, tutur Iqbal, terdapat indikasi massa membawa bendera dan bambu yang ujungnya diruncingkan, benda-benda tajam serta ketapel.

"Aksi 22 besok diduga bukanlah aksi spontan, tetapi aksi yang dimobilisasi dan diorganisir secara sistematik. Ada yang ingin melakukan aksi secara damai, namun juga ada yang mempersiapkan aksi-aksi yang melanggar hukum," kata Iqbal.

Untuk itu, Polri mengimbau peserta aksi untuk tidak melakukan kekerasan dalam bentuk apa pun dan menjalankan aksi sesuai koridor hukum. Masyarakat juga diimbau tidak ikut berkumpul karena mengganggu ketertiban publik dan pengguna jalan serta menghindari penumpang gelap melakukan aksi serangan.

Sebelumnya pada Senin, 20 Mei 2019, Kepolisian Daerah Jawa Timur mengamankan tiga minibus berisi 54 orang dari Suramadu yang diduga akan mengikuti aksi 22 Mei di Jakarta.

Baca juga: Polisi Razia Massa People Power di Garut dan Tasikmalaya

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan tiga mobil itu dibawa ke Mapolda Jatim untuk diperiksa dan didalami motifnya ke Jakarta.

Saat pemeriksaan, polisi menemukan benda mencurigakan di dalam salah satu minibus. Dari benda mencurigakan tersebut tercium bau minyak tanah semacam bom molotov. Namun, pihaknya masih akan mendalami lebih lanjut benda-benda tersebut.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Nasional

Berita Terkait: