Pantau Flash
Vettel Akui Mercedes Begitu Sempurna Musim Ini
MPR Pastikan Megawati dan SBY Akan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
KontraS Nilai Hukuman Mati Sudah Tak Relevan di Indonesia
Anies Baswedan Klaim Rumah DP Rp0 Laris Manis
Dibenamkan Vietnam 1-3, Suporter Indonesia Lakukan Unjuk Rasa

Rusia pada AS-Israel: Menyalahkan Iran Secara Global Kontraproduktif

Rusia pada AS-Israel: Menyalahkan Iran Secara Global Kontraproduktif Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. (Foto: Reuters/Evgenia Novozhenina)

Pantau.com - Rusia menyatakan, menyalahkan Iran atas semua kegaduhan global adalah sebuah kebodohan. Hal itu sebagai sebuah pernyataan ketika Israel dan AS bertemu di Yerusalem dalam pembahasan soal Timur Tengah.

"Sama seperti kita, Iran hadir secara sah di wilayah Suriah untuk membantu memerangi teroris, diundang oleh pemerintah Suriah yang sah," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, setelah pertemuan dengan rekannya dari Mesir Sameh Shoukry, yang diktuip dari RT, Selasa (25/6/2019).

Baca juga: John Bolton dan Netanyahu Bisa Bikin Trump Perang dengan Iran

Untuk diketahui, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev berada di Yerusalem untuk mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari Israel Meir Ben-Shabbat dan penasihat keamanan nasional AS John Bolton. Pertemuan lebih lanjut antara Patrushev, Bolton dan Ben-Shabbat dijadwalkan untuk hari Selasa waktu setempat.

"Fokus pada Iran dengan mengesampingkan segala sesuatu yang lain adalah kontraproduktif," kata Lavrov.

"Israel dan Amerika terutama terkait dengan Iran, tidak hanya ketika datang ke Suriah tetapi juga wilayah ini secara umum, dan mungkin bahkan di wilayah geografis yang jauh lebih luas."

Ia melanjutkan, ada upaya untuk mengubah wilayah Suriah menjadi medan perang antara Israel dan Iran, antara Sunni dan Syiah. Ini buruk dan hanya memperburuk krisis.

Baca juga: Trump Beri Sanksi Ayatullah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran

Dia tidak menyebut negara tertentu sebagai pelakunya, tetapi tekanan dari pernyataan itu sangat jelas. Sebelumnya pada hari itu, Washington mengumumkan sanksi tambahan terhadap Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei secara pribadi.

Penolakan Trump untuk meningkatkan konfrontasi militer dengan Iran, sejauh ini sama dengan mempertanyakan kehadiran besar-besaran militer AS di Teluk Persia.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: