Pantau Flash
Akibat Demo Catalan, Partai El Clasico Diundur
Mahathir Mohamad Dipastikan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
Nasihati Anak Muda, Jack Ma: Kebanyakan Orang Pintar Ingin Menang
KPK Geledah Kantor Dinas PU Medan
Sainsbury Akan Stop Berjualan Kembang Api

Sandiaga Tak Sepakat Jika Debat Hanya Menggaet Pemilih Labil

Sandiaga Tak Sepakat Jika Debat Hanya Menggaet Pemilih Labil Sandiaga Uno (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengaku tak setuju jika debat capres-cawapres disebut hanya berdampak kepada pemilih yang belum menentukan pilihan atau undecided voters dan pemilih yang bisa berubah pandangan alias swings voters.

Menurutnya debat Pilpres ini adalah ajang untuk dirinya dan Prabowo Subianto menunjukan kedalaman visi dan misi yang ditawarkan kepada publik.

“Saya tidak sepakat, betul sekitar 25 persen undecided dan swing voters, tapi menurut saya ini satu kesempatan bagi paslon untuk memberikan pendalaman terhadap visi misinya di bidang hukum, HAM, terorisme, dan korupsi. Karena kami ingin pastikan masing-masing masyarakat mengerti masing-masing dan ada diferensiasinya, apa perbedaannya,” katanya, di Seknas Prabowo-Sandi, Jalan Hos Cokroaminoto nomor 93, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Baca juga: Kata Sandiaga Soal Ancaman Teror pada Pimpinan KPK

Sementara di lain sisi, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengklaim, pendekatan yang dilakukannya lebih tegas dan kuat ketimbang kubu Jokowi-Ma’ruf Amin dalam debat Pilpres pertama pada 17 Januari nanti.

“Kami yakin bahwa kami memiliki pendekatan yang lebih tegas untuk menghadapi korupsi, kami yakin dengan pola pemerintahan yang kuat, pola kepemimpinan yang tegas, beberapa kekhawatiran masyarakat mengenai ketidakpastian hukum ini bisa kami lakukan dengan lebih baik,” tuturnya.

Baca juga: SBY Batal Beri Masukan Debat, Sandiaga: Nanti Ada Sesi Khusus

Selain itu, Sandi menegaskan, pihaknya akan meyakinkan publik bahwa di bawah kepemimpinan pasangan nomor urut 02 supremasi hukum dan penegakan hukum akan berjalan seadil-adilnya. Menurutnya, tidak ada lagi hukum yang tumpang tindih.

“Mengurangi overlapping regulasi atau hukum yang saling tumpang tindih. Sehingga menimbulkan salah tafsir dan lain sebagainya. Itu harus dipastikan untuk kami sampaikan kepada publik bahwa di Prabowo-Sandi supremasi hukum dan penegakan hukum akan seadil-adilnya, tidak tajam ke bawah tumpul ke atas, tidak tebang pilih,” tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: