Forgot Password Register

Headlines

Sebelum Dikejar Paspampres, Ini Kronologis Rumah Pak Eko yang Diblokade (Bagian II)

Ilustrasi (Foto: Pixabay) Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Perlu diketahui bahwa usaha Eko untuk mempertahankan rumahnya sudah dilakukan dengan berbagai cara. Sampai akhirya ia berinisiatif mengadukan nasibnya ke Presiden Joko Widodo. 

Eko mengatakan pengalaman itu, ia alami tahun lalu, saat Jokowi datang ke Bandung menghadiri acara Karnaval pada tahun 2017.

Eko menuturkan waktu itu Jokowi sedang di acara Karnaval, ia melempar beberapa lembar kertas dan mengenai bagian punggung Jokowi, lalu sontak Paspampres mengejar. Nah berikut usaha Eko sebelum ia memutuskan nekad 'menimpuk' Jokowi dengan sepucuk surat pengaduan.

Niat beli tanah untuk membuat jalan

Lantaran mediasi yang alot, Eko pun menyatakan ingin membeli sebagian tanah dari salah satu pemilik tetangganya itu. Rencana itu pertama ia sampaikan kepada tetangga depan rumahnya.

Eko mengaku ingin membayar sebagian tanah seharga Rp10 juta agar bisa membuat akses jalan untuk rumahnya. Namun tawaran itu tidak mencapai kesepakatan karena pemilik tanah menginginkan harga disesuaikan dengan nilai jual objek pajak (NJOP).

"Diitung untuk beli jalan, lebar jalan 6.5 meter panjang 21 meter kurang lebih, dengan biaya sertifikat dibebankan ke saya sekitar Rp150 (juta rupiah) lebih. Akhirnya saya inisiatif coba tawarkan ke tetangga samping kiri," kata Eko.

Baca juga: Duh, Diameter Lubang Misterius Sukabumi Bertambah Menjadi 7 Meter

Namun tawaran yang sama kembali tidak mencapai kesepakatan. Eko bersama adiknya pun akhirnya memutuskan untuk menjual rumahnya kepada dua tetangga itu. Eko mengaku langsung menawarkan harga Rp125 juta kepada tetangga depan rumahnya. 

Menurut Eko harga tersebut sangat jauh dari harga standar NJOP. Dalam sertifikat tanahnya bahkan seharusnya rumah Eko bisa dijual lebih dari Rp300 juta. 

"Hari itu pun saya turun lagi harga udah aja nih Rp100 (juta rupiah). 'Aduh coba deh saya tawarin ke saudara' kata rumah yang depan," cerita Eko. 

Lantaran menunggu tidak ada hasil, Eko juga menawarkan rumahnya kepada tetangga samping kirinya. Namun tetangganya itu mengaku tak memiliki uang.

"Karena dari ketiga ini tidak ada keputusan,  saya dengan adik yaudah lah mau gimana lagi. Karena depan punya sertifikat yang samping juga punya sertifikat, silakan (bangun rumah). Dengan berat hati sih saya. Masa ada rumah gak punya jalan. Saya mengacu pada sertifikat sebenarnya rumah saya punya jalan," ucap Eko.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More