Pantau Flash
Imbas Perang Dagang, China Mulai Kurangi Impor Emas Hingga 500 Ton
OTT Yogyakarta: KPK Bawa 5 Orang ke Jakarta untuk Diperiksa
G7 Adakan KTT di Tengah Kepanikan akan Perekonomian Global
Redam Hoax Kerusuhan Papua, Kemkominfo Sempat Perlambat Internet
Efek Aksi Demo, Pemesanan Tiket Pesawat ke Hong Kong Turun 20 Persen

Sekjen Demokrat: Koalisi Indonesia Adil Makmur Sudah Berakhir

Sekjen Demokrat: Koalisi Indonesia Adil Makmur Sudah Berakhir Prabowo-Sandi saat ke rumah SBY didampingi AHY dan Hinca Panjatian (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

Pantau.com - Sekjen Partai Demokrat, Hinca Panjaitan mengatakan, Koalisi Indonesia Adil Makmur yang mengusung pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 sudah berkahir. 

"Saya kira iya (sudah berakhir) jadi teman-teman saya harus jelaskan berkali-berkali, bahwa koalisi lima partai politik ini dalam rangka mengusung pasangan calon presiden," ujar Hinca ditemui di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).

Baca juga: Pasca Putusan MK, Partai Demokrat Segera Tentukan Sikap Politik

Menurutnya, pasca putusan MK menyatakan menolak gugatan Pilpres 2019, tidak ada lagi pasangan capres-cawapres, yang ada hanya presiden dan wakil presiden terpilih.

Atas dasar itu lah dirinya menyebut bahwa koalisi dinyatakan sudah berakhir. Sementara soal langkah Partai Demokrat usai koalisi dibubarkan, menurutnya sikap itu akan ditentukan melalui majelis tinggi partai. 

"Dukungan kami waktu ke Prabowo Sandi itu kita putuskan di majelis tinggi, karena majelis tinggi lah kewenangannya, jadi kalau temen-temen inget waktu itu majelis tinggi rapat di Mega Kuningan, tentu juga kami akan rapat di situ," tuturnya.

Baca juga: Sekjen Partai Koalisi Prabowo-Sandi Telah Tiba di Kertanegara

Saat ini sebagai sekjen, Hinca ditugaskan untuk menyelesaikan satu demi satu langkah ke depan untuk diambil partai berlambang mercy tersebut. Termasuk dalam penjajakan kemungkinan merapat ke pemerintahan.

"Kami sedang menuntaskan dulu satu-satu. Kalau pertandingan sudah ditiup, selesai tentu salam-salam jadi sebelum ditiup enggak mungkin salaman. Jadi kalau main bola, masa salaman, nanti diusir wasit keluar dari lapangan. Tapi kalau sudah peluit ditiupkan, saatnya bersalaman," tandasnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional

Berita Terkait: