Pantau Flash
7 Tahun Digarap, PLTA Rajamandala akan Pasok Kelistrikan Jawa-Bali
Hendra Pastikan Indonesia Open 2019 Bukan Kompetisi Terakhirnya
Harga Cabai Tembus Rp70.553 per Kg Setara Setengah Kg Daging Sapi
Persija Siap Beri Kekalahan Pertama untuk Tira Persikabo
DPR Terima Surat Pertimbangan Pemberian Amnesti Baiq Nuril

Sempat Ajukan Banding, Kenapa KPK Akhirnya Terima Vonis Eddy Sindoro?

Sempat Ajukan Banding, Kenapa KPK Akhirnya Terima Vonis Eddy Sindoro? Juru bicara KPK Febri Diansyah (kiri) (Foto: Antara)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) putuskan menerima vonis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap terdakwa Eddy Sindoro. Dalam kasusnya, mantan bos Lippo Group itu terbukti menyuap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada akhir 2016 lalu.

"KPK telah memutuskan untuk menerima putusan pengadilan tindak pidana korupsi pada PN Jakarta Pusat yang menjatuhkan vonis bersalah terhadap Eddy Sindoro," kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (13/3/2019).

Baca juga: Jaksa KPK Ajukan Banding Atas Vonis Billy Sindoro

Dalam kasusnya, Eddy divonis hukuman penjara 4 tahun dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Hukuman itu lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK yakni 5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta.

Febri menuturkan, alasan KPK menerima vonis tersebut karena dipandang telah proporsional dengan tuntutan yang diajukan KPK sebelumnya.

"Selain itu fakta-fakta di persidangan dan analisis JPU juga sudah diterima majelis hakim hingga diputuskan bahwa Eddy Sindoro bersalah melakukan korupsi sebagaimana yang didakwakan," jelasnya.

Baca juga: Ada Peran Mantan Ketua KPK di Balik Penyerahan Diri Eddy Sindoro

Eddy Sindoro terbukti memberikan uang sebesar Rp 150 juta dan 50.000 dollar Amerika Serikat kepada panitera pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Edy Nasution.

Uang tersebut diberikan agar Edy Nasution menunda proses pelaksanaan aanmaning atau penundaan eksekusi terhadap PT Metropolitanmembe Tirta Perdana (PT MTP).

Suap juga sebagai pelicin agar Edy Nasution menerima pendaftaran peninjauan kembali (PK) PT Across Asia Limited (PT AAL) meskipun sudah melewati batas waktu yang ditentukan oleh undang-undang.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: