
Pantau - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden RI Prabowo Subianto berdialog dengan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad untuk bertukar pandangan dan pengalaman terkait upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, pada Jumat, 30 Januari 2026.
Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pembicaraan antara Presiden Prabowo dan Abraham Samad lebih menitikberatkan pada pengalaman Abraham Samad dalam isu pemberantasan korupsi.
Prasetyo Hadi menyatakan, "Lebih kepada bagaimana beliau Abraham Samad mendapatkan penjelasan-penjelasan, karena bagaimana pun beliau punya pengalaman dalam hal pemberantasan korupsi,".
Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak membahas perubahan Undang-Undang KPK.
Prasetyo Hadi menegaskan, "Kemarin tidak membicarakan itu,".
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo ingin mendengar langsung perspektif dan pengalaman Abraham Samad yang dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam isu antikorupsi.
Menurutnya, dialog tersebut mencerminkan keterbukaan Presiden terhadap masukan dari berbagai tokoh nasional, termasuk tokoh yang kritis terhadap kebijakan pemberantasan korupsi.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir sejumlah tokoh nasional lain dari berbagai latar belakang.
Prasetyo Hadi menyampaikan, "Kemarin ada tokoh kepemiluan Prof. Siti Zuhro, tokoh pemberantasan korupsi mantan Ketua KPK Bapak Abraham Samad, kemudian tokoh kepolisian mantan Kabareskrim Bapak Susno,”.
Ia menegaskan bahwa isi pertemuan tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk menjadikan pemberantasan korupsi sebagai prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Prasetyo Hadi menekankan, “Sekali lagi, korupsi adalah pekerjaan rumah bagi kita semuanya,”.
Pertemuan Presiden Prabowo dengan para tokoh nasional tersebut berlangsung selama kurang lebih lima jam.
Informasi awal mengenai pertemuan itu sebelumnya disampaikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang menyebut Presiden bertemu dengan tokoh-tokoh oposisi pemerintah untuk membahas kepentingan negara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








