Pantau Flash
Beberkan Cairan Kimia, TPF Sebut Pelaku Tak Ada Niat Bunuh Novel Baswedan
Bentrok Warga Terjadi di Mesuji, Tiga Orang Dikabarkan Tewas
Melaju ke Babak Kedua, Della/Rizki Dibayangi Rekor Buruk
Keponakan Prabowo Cabut Gugatan, Mulan Jameela Lanjut Gugat Gerindra
Hasil Undian Kualifikasi Piala Dunia 2022: Indonesia Masuk Grup G

Setelah Merekayasa Gen Bayi Kembar Hingga Kebal HIV, Ilmuwan Asal Tiongkok Hilang Secara Misterius

Setelah Merekayasa Gen Bayi Kembar Hingga Kebal HIV, Ilmuwan Asal Tiongkok Hilang Secara Misterius Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Rekayasa genetik mungkin hanya ada di film karena di dunia nyata jelas praktik itu dilarang karena menyalahi etika. Tapi baru-baru ini seorang dokter Tiongkok dengan berani merekayasa genetik bayi yang kebal terhadap penyakit HIV.

Baca juga: Durasi Menyusui Bisa Mempengaruhi Anak Menjadi Kidal

Dokter itu bernama Jiankui He, profesor Universitas Sains dan Teknologi di China Selatan. Bayi itu pertama kali ditemukan di Shenzhen, China.

Melansir laman Livescience, Jumat (11/1/2019) Jiankui direkam kamera saat berada di sebuah apartemen yang terletak di universitas tempatnya bekerja dan kedapatan berbicara dengan seorang wanita yang diduga adalah istrinya. Anehnya, apartemen itu dijaga ketat oleh beberapa orang pria tak dikenal.

Pada November 2018 Jiankui sebelum berbicara di muka umum pada acara KTT Internasional kedua tentang pengeditan Genom Manusia di Hongkong, ia berbicara tentang penelitiannya dan berhasil melibas pertanyaan dengan sempurna yang dilontarkan pada komunitas ilmiah dunia. 

Sejak saat itu keberadaan Jiankui bagaikan ditelaah bumi, meski ada beberapa yang mengatakan ia ditahan sebagai tahanan rumah.

Dalam sebuah video yang beredar viral di YouTube pada 25 November 2018, Jiankui mengatakan ia berhasil menciptakan bayi kembar yang dinamai Lulu-Lala yang kebal terhadap virus HIV. Setelah ia memodifikasi gen keduanya saat masih dalam bentuk embrio, dengan alat pengeditan yang dinamakan CRISPR-Cas9 yang membuang gen tertentu sehingga kekebalan terjadi.

Dianggap menyalahi etika, para ilmuwan dunia lantas mengecam tindakan Jiankui karena dianggap membahayakan bayi, memodifikasi gen manusia menghilangkan satu dan menambah satu hal lain tidak menutup kemungkinan keamanan akan terjamin apa yang akan terjadi, khususnya di masa depan akibat efek itu.

Faktanya gen CCR5 yang dihapus berfungsi membantu pertumbuhan sel darah putih manusia. Ahli Genetika Fakultas Kedokteran Universitas Virginia, Madzhar Adli mengatakan Jiankui mungkin lupa memberitahu orang tuanya tentang potensi dan risiko besar yang terjadi sebelum ia meminta persetujuan pengeditan gen.

Baca juga: Penelitian Ungkap Video Game Bisa Jadi Obat Anak Berkebutuhan Khusus

Dari pihak universitas tempat Jiankui bekerja sendiri telah membantah tahu menahu atas tindakannya, dan mengatakan pria itu telah sejak lama mengambil cuti. Sementara itu, hingga kini keberadaan Jiankui masih misterius dan tengah dicari diseluruh dunia akibat tidakkan ilegalnya.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Ragam

Berita Terkait: