Forgot Password Register

Soal Salam Satu Jari Sri Mulyani-Luhut, Tim Prabowo: Kita Beri Penghargaan kepada Microphone

Soal Salam Satu Jari Sri Mulyani-Luhut, Tim Prabowo: Kita Beri Penghargaan kepada Microphone Ferry Juliantono (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ferry Juliantono angkat bicara terkait keputusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang menghentikan kasus dugaan pelanggaran kampanye satu jari, yang dilakukan dua menteri kabinet kerja Jokowi yakni Sri Mulyani dan Luhut Binsar Panjaitan pada penutupan IMF-WB.

"Dalam konteks Sri Mulyani dan Luhut ada ajakan, terutama dari Bu Sri Mulyani, bisa jadi Bawaslu enggak enak tapi enggak bisa hukum enak enggak enak, aturan jelas, pelajaran, aturan harus kawal," ujar Ferry ditemui di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Bawaslu: Luhut dan Sri Mulyani Tidak Melakukan Pelanggaran Kampanye

Ferry mengatakan, bahwa sebenarnya dalam kasus ini ada bukti kuat adanya pelanggaran yang dilakukan Menkeu dan Menkomaritim tersebut. Yakni microphone yang digunakan dalam acara penutupan IMF-Bank Dunia. Hanya saja, katanya, barang bukti itu tak bisa dijadikan alat bukti.

"Menurut saya sebenarnya ketolong mic, mic yang belum dimatikan, menjadi alat bukti, kita harus beri penghargaan kepada mic yang tak sengaja masih on, karena mic mati kita enggak tau apa yang dibicarakan," tuturnya.

"Mic masih on kita dengarkan dalam pertemuan IMF annual meeting bisa-bisanya seorang menteri menyampaikan mengajak tak memilih kandidat tertentu, not 2, 2 for prabowo, itu jelas kata-katanya, mengajak tak pilih," lanjutnya.

Kendati begitu, dirinya mengaku menghormati apapun yang menjadi keputusan Bawaslu terkait kasus tersebut. Hanya saja ia sedikit menyayangkan dan berharap Bawaslu bisa lebih profesional.

Baca juga: Ini Penjelasan Luhut Panjaitan Usai Diperiksa di Kantor Bawaslu

"Harus hormati, sekali lagi harus terima kasih pada mic, jelaskan bisa sama yang katanya Menkeu terbaik dan Menko maritim Luhut bisa bicara di IMF not for two, two for Prabowo semua disuruh tunjukkan satu jari," pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dinyatakan tidak melakukan pelanggaran pemilu oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Bawaslu menyatakan laporan itu tidak dapat ditindaklanjuti.

"Kami nyatakan peristiwa yang dilaporkan tidak memenuhi unsur ketentuan pidana pemilu dan bukan merupakan pelanggaran pemilu," ujar Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Ratna Dewi Pettalolo di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Share :
Komentar :

Terkait

Read More