Forgot Password Register

Sorry... Kata PM Li, Tak Ada Lagi Kata 'Made in China di 2025'

Sorry... Kata PM Li, Tak Ada Lagi Kata 'Made in China di 2025' Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Untuk pertama kali dalam beberapa tahun terakhir, Laporan Kerja tahunan Pemerintah China, Perdana Menteri China Li Keqiang tidak menyebut "Made in China 2025".

Rencana ambisius negara itu untuk mencapai dominasi teknologi tinggi, sehingga membuat analis bertanya-tanya apakah China akan merombak total rencana itu atau tetap melakukannya secara diam-diam.

Dikutip BBC, made in China 2025 sangat bergantung pada subsidi pemerintah bagi perusahaan-perusahaan China dan kemampuan mereka memperoleh teknologi baru yang mencakup 10 sektor berbeda seperti mobil listrik, bio-medis yang terus berkembang, teknologi informasi masa depan, robotika canggih dan kecerdasan buatan.

Baca juga: Jika Tiket Pesawat (Masih) Mahal, Mudik Lewat Tol Diprediksi Padat

Rencana itu adalah bagian dari kebijakan industri China yang lebih luas yang tertuang dalam rencana Lima Tahun ke-13, yang menjabarkan tujuan pemerintah dari tahun 2016 sampai 2020. Namun, rencana itu menimbulkan kekhawatiran, karena China menggunakan alih teknologi paksa dan target-target tertentu itu untuk merebut pangsa pasar sampai pada tahun 2025.

Baca juga: Sepertiga Orang AS Tak Punya Tabungan! Awas, Bisa Terjadi di Hidupmu

Rencana itu selama ini menjadi fokus diskusi antara Amerika dan perunding China. Amerika menuntut diakhirinya subsidi bagi perusahaan lokal dalam rencana itu.

Amerika juga menginginkan China tidak lagi melakukan praktik-praktik perdagangan yang tidak adil, mencakup alih teknologi secara paksa dari perusahaan-perusahaan asing.

Sebagian besar teknologi yang digunakan di China dalam 10 sektor yang terdaftar tersebut berasal dari sumber asing.

Share :
Komentar :
Yusuf Subari.st

Info yg di berikan baru 25%, saya suka...lebih-lebih Jepang (work holic), kaizen &six sigma-nya. Dan China masuk di 2020 ambisius menguasai pasar, yg saya bisa baca/fikiranya bisa ngak cina di 2025 menjadi mengontrol pasar, apakah Jepang sudah membaca/memprediksi itu, utk membuat/memberi pukulan telak utk high teknologi. Dan Teknologi tidak pernah habis dari kehidupan.

Terkait

Read More