Pantau Flash
Jubir KPK: Tak Ada Ketentuan Pimpinan Harus Perwakilan Institusi Tertentu
JK Isyaratkan Gerindra Lebih Baik Jadi Oposisi Demi Keseimbangan
Unggul Head to Head dengan Li/Liu, Minions Ogah Pandang Remeh
Tolak Pinangan Barca dan PSG, De Ligt: Saya Mengagumi Juventus
Hingga Akhir 2019, Blok Masela Bisa Dongkrak Cadangan Migas 300 Persen

Tas Hitam Jadi Bukti Pelaporan Pemprov Papua, Apa Isinya?

Tas Hitam Jadi Bukti Pelaporan Pemprov Papua, Apa Isinya? Gedung Polda Metro Jaya (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Pengacara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Stefanus Roy Rening membantah bahwa salah satu bukti tas hitam yang sebelumnya disebut anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berisi uang. Menurut Stefanus, tas hitam itu hanyalah berisi dokumen-dokumen.

"Itu isinya adalah satu buku agenda yang kedua dokumen, kertas. Tidak ada uang," ucap Stefanus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Baca juga: Dugaan Penganiayaan Anggota KPK: Sekda Pemprov Papua Minta Tunda Pemeriksaan

Selain itu, kata Stefanus, tas hitam itu kini berada di Jayapura. Sebab, usai kejadian itu si pemilik tas langsung bertolak ke Jayapura untuk melanjutkan pekerjaannya.

Meski begitu, Stefanus enggan membeberkan saat disinggung identitas pemilik tas itu. Ia hanya menyebut bahwa pihaknya akan terbang ke Jayapura guna mengambil tas beserta isinya untuk diserahkan ke Polda Metro Jaya. 

"Ada di Jayapura. Sama orangnya kan pulang ke Jayapura. Saya malam ini akan ke Jayapura akan ambil tas itu untuk menyerahkan ke polisi sebagai barang bukti," papar Stefanus.

Baca juga: Laporkan Balik Anggota KPK, Pengacara Pemprov Papua Bawa Alat Bukti Ini ke Polisi

Bahkan, Stefanus menekankan bahwa pada saat insiden itu pihak Pemprov Papua telah membuka tas tersebut di depan hadapan kedua anggota KPK untuk membuktikan bahwa tidak ada selembar atau sepersen uang pun di dalam tas tersebut.

"Iya sudah dibuang di depan penyelidik KPK dibuka tidak ada uangnya," tandas Stefanus.


Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional

Berita Terkait: