Pantau Flash
Lempar Martil Tambah Pundi-Pundi Emas Indonesia
Pesawat Latih Cesna Jatuh di Sungai Indramayu, Satu Orang Hilang
Tim Estafet Putra-Putri Raih Medali Emas di ASG 2019
Mabes TNI Bentuk Tim Bantuan Hukum untuk Kivlan Zen
Dua Tahun Korupsi, Pjs Dirut PD Pasar Bermartabat Bandung Jadi Tersangka

Terungkap! China Jadi Alasan AS Tarik Diri dari Perjanjian Nuklir INF Rusia

Terungkap! China Jadi Alasan AS Tarik Diri dari Perjanjian Nuklir INF Rusia Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters/Kevin Lamarque)

Pantau.com - Presiden AS Donald Trump, dalam pidato kenegaraannya yang kedua mengatakan, pemerintahannya dapat mencoba untuk merundingkan kesepakatan sebagai pengganti Perjanjian INF.

Sementara itu, Trump menuduh Rusia telah berulang kali melanggar ketentuan perjanjian nuklir tersebut.

Baca juga: Hillary Clinton: Trump Telah Beri Kado Manis pada Putin

Rajiv Nayan, seorang rekan peneliti senior di Institut untuk Studi dan Analisis Pertahanan yang berbasis di Delhi, berpendapat bahwa niat AS di balik menarik diri dari Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah, atau Pakta INF, adalah untuk mengacaukan perdamaian global.

"Alasan utama penarikan AS dari Perjanjian INF bukan Rusia. Itu adalah China, yang ingin dihentikan oleh AS di tingkat dunia. Jelas, AS akan mencoba yang terbaik untuk memasukkan China dan beberapa negara lain, seperti India, dalam perjanjian yang mirip dengan INF. Tapi, saya khawatir perjanjian semacam itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat, terutama ketika AS secara sepihak menarik diri sejak awal," kata Rajiv Nayan, yang dilansir dari Sputnik, Jumat (8/2/2019),

AS telah mengklaim bahwa rudal 9M729 Rusia jelas melanggar Perjanjian INF, namun hal tersebut langsung dibantah oleh Rusia. Sebaliknya, Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa penggunaan roket target dan penyebaran peluncur Mk 41 di Eropa sejak 2014 oleh Amerika Serikat merupakan pelanggaran langsung terhadap Perjanjian INF.

Baca juga: Keluar dari Perjanjian Nuklir INF, Rusia Berikan 'Mirror Response' untuk AS

Perjanjian INF, yang ditandatangani oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat pada 8 Desember 1987, bertujuan untuk mengakhiri perlombaan senjata antara kedua negara adidaya. Perjanjian itu diterapkan pada rudal darat jarak menengah (1.000-5.000 kilometer) dan jarak pendek (500-1.000 kilometer) yang ditempatkan dan tidak dikerahkan.

"Rusia tidak mungkin segera terjun ke perlombaan senjata, karena Rusia memiliki cukup banyak rudal dan senjata lain yang dapat memastikan keamanannya di kawasan itu, terutama dalam latar belakang pergeseran teater perang ke Asia Timur dari Eropa," paparnya.

Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan bahwa Moskow memiliki semua cara teknis militer untuk bereaksi terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh penarikan AS dari perjanjian bersejarah era Perang Dingin.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: