Forgot Password Register

Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Jelaskan Arti 'Politik Genderuwo'

Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Jelaskan Arti 'Politik Genderuwo' Jokowi dan Ma'ruf Amin (Ilustrasi: Pantau.com/Amin H Al Bakki)

Pantau.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf mengungkapkan maksud Presiden Joko Widodo yang mengeluarkan pernyataan soal 'Politik Genderuwo'. Pernyataan Jokowi dinilai bukan hanya untuk pihak tertentu akan tetapi dilayangkan untuk semua pihak.

"Saya kira pernyataan ini tidak hanya kepada kelompok tertentu, tetapi kepada siapa saja pihak terutama para politisi yang selalu melontarkan pandangan-pandangan dan narasi yang pesimistis, ketakutan, dan ketidakpastian," ujar Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Ace Hasan Syadzily saat dihubungi, Jumat (9/11/2018).

Baca juga: Setelah Politikus 'Sontoloyo', Kini ada Pernyataan Politisi 'Genderuwo' ala Jokowi

Ace pun mencoba menjelaskan maksud apa yang telah diucapkan mantan Wali Kota Solo itu. Menurutnya, politik genderuwo merupakan istilah simbolis yang ditujukan kepada pihak yang mempunyai pandangan pesimis tentang bangsa. Seperti contohnya menakut-nakuti dengan isu ekonomi.

"Melontarkan pandangan politik ketidakpastian, pesimisme, dan kebohongan. Seakan-akan kita akan menghadapi krisis ekonomi yang menakutkan dengan menyebut bahwa harga-harga di pasar mengalami kenaikan. Sehingga mendorong masyarakat menjadi khawatir dengan kondisi ekonomi saat ini," ungkapnya.

Selain itu, Ace menuturkan, maksud lainnya ialah untuk mengingatkan bahwa politik tidak ada namanya perbedaan untuk itu demokrasi jangan sampai memecah belah bangsa.

Baca juga: Seperti Apa Arus Baru Ekonomi Versi Ma'ruf Amin?

"Pak Jokowi mengingatkan kita semua bahwa perbedaan politik itu biasa dalam negara demokrasi. Kita boleh berbeda pandangan dalam berpolitik. Politik jangan membuat kita semua menjadi terpecah-pecah," pungkasnya.

Sebelumnya ucapan Presiden RI Joko Widodo kembali menjadi sorotan publik setelah mengeluarkan pernyataan 'Politik Genderuwo'. Maksud pernyataan Jokowi itu ialah untuk meminta menghentikan berpolitik dengan menyebar propaganda dan menakut-nakuti.

"Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran. Setelah takut yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Itu sering saya sampaikan itu namanya politik genderuwo," ujar Jokowi di Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11/2018).

Share :
Komentar :

Terkait

Read More