Pantau Flash
Indonesia Buka Kantor Konsul Kehormatan Pertama di St Christopher dan Navis
Kapten Persija Akui Perubahan Pelatih Pengaruhi Performa Tim
Ada UU Pangan, Pengusaha Tekstil Pertanyakan Kapan Kemunculan UU Sandang
Di Tengah Krisis Boeing, Airbus Malah Tingkatkan Kerja Sama di China
Lebanon Bebaskan Satu Orang yang Dituduh Ingin Ledakkan Bandara Sydney

Tinggal Tunggu Waktu, Oposisi Venezuela Segera Duduki Istana Presiden

Tinggal Tunggu Waktu, Oposisi Venezuela Segera Duduki Istana Presiden Pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido. (Foto: Reuters/Carlos Jasso)

Pantau.com - Pemimpin oposisi Venezuela yang menyatakan diri sebagai Presiden sementara Juan Guaido pada Selasa (12 maret 2019) mengatakan, dirinya akan mengambil alih kantor di Istana Presiden setelah mendapat dukungan dari militer.

"Kami membutuhkan sebuah kantor untuk bekerja, secepat mungkin. Ketika saya mendapat dukungan dari angkatan bersenjata, saya akan mengambil alih Miraflores (Istana Negara) dan mengambil kantor saya," kata Guaido dalam demonstrasi pendukungnya di wilayah Sanra Monica, dan menegaskan niatnya untuk menduduki Istana Presiden, seperti dilansir Anadolu, Kamis (14/3/2019).

Baca juga: Venezuela Tangkap 2 Orang atas Tudingan Sabotase Pemadaman Nasional

Demonstran berkumpul di Caracas dan kota lainnya setelah Guaido melalukan panggilan untuk demonstrasi nasional menentang pemadaman listrik nasional yang telah berlangsung sejak pekan lalu.

Penunuran jumlah massa demonstrasi terlihat di Caracas, akibat komunikasi dan internet yang terganggu akibat pemadaman listrik.

Venezuela mengalami pemadaman nasional sejak Kamis (7 Maret 2019) dengan pemadaman berturut-turut di 21 dari 23 negara bagian. Presiden Nicolas Maduro dan pemerintahnya menyebutkan telah terjadi 'sabotase' di tengah-tengah krisis politik di negaranya.

Baca juga: Venezuela Dilanda Pemadaman Nasional, Maduro Klaim Ada 'Sabotase'

Sebelumnya, Maduro mengumumkan telah menangkap dua orang yang diduga mencoba untuk melakukan serangan pada sistem di PLTA utama negara itu. 

Maduro juga menuding Presiden AS Donald Trump menjadi sosok yang sangat bertanggung jawab atas gangguan sistem jaringan listrik Venezuela.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: