Forgot Password Register

Kenali Bahayanya dan Tinggalkan Sedotan Plastik Sekarang Juga!

Sedotan Plastik (Foto: Pixabay) Sedotan Plastik (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Tagar No Straw Movement atau kampanye tolak sedotan plastik kian digalakkan. Hal ini terlihat dari banyaknya restoran yang sudah tidak lagi menyediakan sedotan plastik bagi pelanggannya.

Gerakan stop penggunaan sedotan plastik ditengarai oleh banyaknya sampah plastik, salah satunya sedotan yang ditemukan di laut.

Pada tahun 2015, sekelompok ahli biologi kelautan di Kosta Rika menemukan seekor penyu dengan sedotan plastik bersarang di lubang hidungnya. Panjang sedotan sekitar 10 cm. Kejadian itu menjadi pengingat bagaimana sedotan plastik bisa membahayakan kehidupan laut.

Baca juga: Minuman Bersoda Berisiko Sebabkan Sulit Hamil

Namun selain membahayakan ekosistem laut, sedotan plastik juga memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia.

Simak bahaya penggunaan sedotan plastik bagi tubuh manusia, di bawah ini:

1. Sarang penyakit

Jika diperhatikan dengan seksama, tidak jarang terdapat kotoran dalam lubang sedotan. Kalau sampai terdorong oleh air dan masuk ke dalam tubuh, kotoran tersebut bisa jadi penyebab berbagai macam penyakit pencernaan.

2. Perut menjadi kembung

Sadar atau tidak, dengan menggunakan sedotan, tubuh secara otomatis menyerap udara yang akan membuat perut menjadi kembung. Menurut Diana Rodriquez, penulis artikel-artikel kesehatan di situs Health Day, 50 persen dari gas yang ada di dalam tubuh akibat menelan terlalu banyak udara.

3. Membuat bibir keriput

Ketika minum menggunakan sedotan, mulut akan mengerucut. Kalau hal ini dilakukan terus menerus, sudut mulut akan lebih cepat keriput.

Lesley M. M. Blume, penulis buku Let's Bring Back: An Encyclopedia of Forgotten-Yet-Delightful, Chic, Useful, Curious, and Otherwise Commendable Things from Times Gone By, mengatakan bahwa kerutan yang dilakukan untuk menyedot minuman dengan sedotan menyamai apa yang dilakukan perokok ketika mereka menghisap rokoknya. Kebiasaan ini akan menimbulkan kerutan-kerutan yang tak sedap dipandang di sekitar bibir atas.

Baca juga: Meski Bergizi, Tahu Ternyata Bisa Berdampak Buruk untuk Kesehatan

4. Tidak dapat menghindarkan gigi dari kerusakan

Banyak orang yang menggunakan sedotan plastik karena dipercaya bisa melindungi gigi dari efek menguning akibat kopi atau teh. Bisa juga karena memiliki gigi yang sensitif dan perlu sedotan plastik saat minum es.

Mark Burhenne, DDS, seorang ahli gigi kecantikan yang juga pendiri dari AsktheDentist.com mengatakan, masih banyak orang yang punya kebiasaan menggigit sedotan plastik di antara gigi bagian belakang.

Cara ini tentu saja masih bisa membuat gigi jadi rusak karena cairan minuman masih mengenai gigi. Sebaiknya sedotan plastik diarahkan tepat ke tenggorokan agar minuman langsung tertelan tanpa mengenai gigi.

5. Membahayakan kesehatan

Alasan lain untuk menghindari sedotan plastik karena banyaknya kimia yang terkandung dalam plastik. Sebagian besar sedotan plastik mengandung plastik berbasis minyak bumi yang disebut polypropylene dan Bisphenol A (BPA) yang dapat dengan mudah membasahi bahan kimia dalam cairan. Terutama jika sedotan digunakan dalam minuman panas yang dapat melelehkan plastiknya. Bahan kimia plastik ini diketahui dapat menyebabkan obesitas, dalam beberapa kasus bahkan dapat menyebabkan kanker. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More