Forgot Password Register

Headlines

'Uang Saku' Ratna ke Chile dari Pemprov DKI, Polisi Bicara Kemungkinan Periksa Anies Baswedan

'Uang Saku' Ratna ke Chile dari Pemprov DKI, Polisi Bicara Kemungkinan Periksa Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Pantau.com - Tim penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya terus menyelidiki penyebaran berita bohong yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet. Termasuk, rencana kepergian Ratna ke Chile, sebelum ditangkap, Kamis (4 Oktober 2018).

Ratna Sarumpaet ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta lantaran hendak meninggalkan indonesia menuju Santiago, Chile, guna menghadiri acara Women Playwrights Conference 2018. Belakangan terungkap bahwa rencana kepergian Ratna Sarumpaet itu dibiayai oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Baca juga: Ini Penjelasan Disparbud DKI yang Mendanai Ratna Sarumpaet ke Chile

Namun, saat dikonfirmasi apakah pihak kepolisan melakukan pemanggilan tehadap Anis Baswedan terkait rencana kepergian Ratna Sarumpaet ke Chile, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono enggan berkomentar banyak.

"Semua kemungkinan bisa terjadi, tapi untuk itu (pemanggilan Anies Baswedan) belum ada agenda," ucap Argo kepada Pantau.com, Sabtu 6 Oktober 2018.

Sebab, hingga saat ini kasus yang melibatakan beberapa tokoh politik itu masih dalam pemeriksaan awal. Selain itu, kata Argo, untuk pemanggilan dalam penyelidikan kasus itu diserahkan sepenuhnya kepada penyidik. 

"Untuk siapa-siapa yang akan diperiksa itu tergantung dengan kebutuhan penyidik ya. Sampai saat ini belum ada agenda (pemeriksaan Anies Baswedan)," kata Argo.

Baca juga: Polisi Belum Pastikan akan Panggil Prabowo dalam Kasus Hoax Ratna Sarumpaet

Sebelumnya diberitakan, Ratna Sarumpaet telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran berita bohong atau hoax, yang menyebut bahwa dirinya telah menjadi korban penganiayaan oleh beberapa orang di kawasan Bandung, Jawa Barat.

Akibat berita bohong atau hoax yang menjadi polemik itu, Ratna disangkakan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Pidana Hukum dan Undang-Undang ITE Pasal 28 juncto Pasal 45 dengan ancaman 10 tahun penjara.

Ratna pun telah resmi ditahan di Mapolda Metro Jaya terhitung sejak Jumat (5 Oktober 2018) hingga 20 hari ke depan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More