Forgot Password Register

Headlines

Polisi Belum Pastikan akan Panggil Prabowo dalam Kasus Hoax Ratna Sarumpaet

Polisi Belum Pastikan akan Panggil Prabowo dalam Kasus Hoax Ratna Sarumpaet Ilustrasi (Foto: Pantau.com/ Anugerah)

Pantau.com - Jajaran Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya terus menyelidiki kasus penyebaran berita bohong yang melibatkan Ratna Sarumpaet dan beberapa tokoh politik. Dalam penyelidikan itu, polisi telah memanggil beberapa pihak untuk menjalani pemeriksaan termasuk Mantan Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) Amien Rais.

Namun, terkait  pemanggilan Calon Presiden nomor urut dua, Prabowo Subiyanto yang juga sempat mengatakan bahwa Ratna Sarumpaet sebagai korban pemukulan, polisi belum bisa memastikan hal tersebut.

Baca juga: Sandiaga Siap Dipanggil Polisi Terkait Berita Hoax Ratna Sarumpaet

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan belum bisa memastikan apakah pihaknya akan melakukan pemanggilan atau pemeriksaan tehadap Prabowo Subiyanto. Sebab untuk melakukan pemanggilan atau pemeriksaan saksi, hal itu harus sesuai dengan kebutuhan tim penyidik.

"Ya tentunya kita nurut penyidik, penyidik yang mengagendakan, penyidik yang lebih tau, karena penyidik yang menggelar perkara di kasus ini," ucap Argo di Polda Metro Jaya, Jumat, 5 Oktober 2018.

Namun, saat disinggung siapa lagi sosok yang akan diperiksa selain Amien Rais yang telah diagendakan menjalani pemeriksaan pada hari ini, Argo mengatakan belum mengetahui hal itu.

"Nanti kita cek, setelah pak Amien agendanya siapa lagi. Kita tunggu saja, hari ini adalah agendanya adalah memeriksa bapak Amien Rais," kata Argo.

Sebelumnya diberitakan, Ratna Sarumpaet telah ditangkap polisi saat berada di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis, 4 Oktober 2018. Kala itu, Ratna hendak meninggalkan Indonesia dengan tujuan Santiago, Chile untuk menghadiri acara The 11th Women Playrights International Conference 2018.

Baca juga: Panggil Amien Rais Soal Kebohongan Ratna Sarumpaet, Fadli: Polisi Jangan Berlebihan

Ratna Sarumpaet juga telah ditetapkan sebagai tersangka. Sebelumnya wanita berusia 70 tahun itu dilaporkan atas tuduhan berita bohong atau hoax terkait kabar pengeroyokan.

"Iya benar (status tersangka)," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry R Siagian kepada Pantau.com, di Jakarta, Kamis, 4 Oktober 2018.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More