Forgot Password Register

Upst... Followers Donald Trump Kok Banyak Hilang di Twitter

Upst... Followers Donald Trump Kok Banyak Hilang di Twitter Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters/Jonathan Ernst)

Pantau.comPresiden AS Donald Trump bertemu dengan Ketua Pejabat Pelaksana Twitter Inc Jack Dorsey, Selasa 23 April 2019 waktu setempat.

"Pertemuan luar biasa sakit ini di @GedungPutih dengan @Jack fari @Twitter. Banyak topik membahas tentang landasan mereka, dan dunia media sosial secara umum. Sangat ingin terus meningkatkan dialog terbuka," bunyi cuitan Trump, yang dilansir oleh Reuters.

Presiden AS itu juga mengunggah gambar Dorsey dan orang lain bersama dia di Oval Office.

Baca juga: Iran Kecam Veto Trump dalam Resolusi Perang di Yaman

Di dalam satu persetujuan, Twitter mengatakan pertemuan tersebut merupakan undangan dari suami Melania itu.  Mereka membahas komitmen Twitter untuk melindungi data sebelum pemilihan presiden 2020.

Tidak seperti pejabat pelaksana perusahaan teknologi utama di AS, Dorsey sebelumnya tidak pernah bertemu dengan Trump.

Ia tidak diundang ke pertemuan Desember 2016 dengan presiden terpilih AS, Donald Trump, sedangkan wakil perusahaan teknologi utama diundang. Reuters pada 2016 melaporkan Trump marah dengan Twitter alasan perusahaan ini telah menolak persetujuan iklan dengan kampanyenya.

Pada bulan Oktober, Trump menulis itu "Twitter telah menghilangkan banyak orang dari akun saya dan, yang lebih penting, mereka yang telah melakukan sesuatu yang membuat lebih sulit untuk bergabung --telah menahan pertumbuhan hingga berhasil yang jelas buat semua orang.”

Trump kehilangan 204.000, atau 0,4 persen dari 53,4 juta pengikut pada Juli, kompilasi Twitter mulai mengelola terhadap akun yang diambil, kata perusahaan media data sosial Keyhole.

Baca juga: Kim Jong-un Siap Bertemu dengan Trump di KTT ke-3, Asal...

Trump memiliki salah satu akun dengan pengikut paling banyak di Twitter. Tapi Presiden AS itu dan anggota Partai Republik di Kongres telah berulangkali mengeritik perusahaan ini dan media sosialnya atas apa yang telah mereka katakan bias terhadap kubu konservatif, tapi Twitter telah membantah tudingan itu.

Senator AS dari Demokrat Mazie Hirono pada awal April juga turut memberikan komentar.

"Kita tidak boleh meminta Partai Republik menyetujui perusahaan teknologi dengan melemahkan kebijakan isinya yang telah mengalami kesulitan memasukkan isi yang mengelak, berbahaya dan penuh kebencian".

Share :
Komentar :

Terkait

Read More