Pantau Flash
Pengakuan Lutfi Alfiandi Soal Disetrum Polisi Diragukan Lemkapi
Prabowo Subianto: Pertahanan adalah Investasi
Tito: Tidak Ada Mutasi PNS KPU dan Bawaslu Jelang Pilkada Serentak 2020
Kementerian ESDM Pastikan Subsidi Gas LPG 3 Kilogram Tidak Dicabut
Atlet Rusia Terancam Gagal Tampil di Olimpiade Dua Kali beruntun

Wiranto Siap Lakukan Mediasi Polemik KPAI dengan PB Djarum

Wiranto Siap Lakukan Mediasi Polemik KPAI dengan PB Djarum Ketum PBSI, Wiranto ketika membuka Indonesia Open 2019. (Foto: Pantau.com/Willa Wildayanti)

Pantau.com - Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Wiranto, mengatakan pencarian bibit-bibit atlet muda merupakan proses penting yang akan menentukan kemajuan prestasi bulu tangkis di Tanah Air.

Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung oleh Wiranto dalam menanggapi polemik yang tengah terjadi antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan PB Djarum.

“Jangan sepelekan proses pencarian bibit-bibit muda. Justru pencarian bibit itu merupakan langkah awal yang akan menentukan kemajuan bulu tangkis Indonesia. Kalau ada masalah di proses pencarian bibit itu, harus diselesaikan,” ujar Wiranto.

Baca juga: Menpora: Tak Ada Eksploitasi Anak dalam Audisi Umum PB Djarum

Menanggapi polemik tersebut, Wiranto berencana untuk melakukan mediasi dengan kedua belah pihak, baik KPAI maupun PB Djarum. Namun ia belum dapat menentukan waktu pelaksanaan mediasi tersebut.

“Sekarang ini yang terjadi adalah sudah terjadi salah paham duluan, publik juga masih panas. Makanya nanti semuanya kita akan ajak bicara, kita selesaikan, pasti ada jalan. Yang pasti, proses pencarin bakat tidak akan berhenti,” tambahnya.

Dia pun menuturkan apabila proses pencarian bakat sudah tidak dilanjutkan lagi, maka nasib badminton Indonesia akan terpuruk. Oleh karena itu, dia mengaku optimistis akan ada jalan keluar atau solusi atas permasalahan tersebut. 

Baca juga: PB Djarum Pamit, Regenerasi Atlet Bulu Tangkis Bisa Terputus

“Kalau proses pencarian bibit-bibit itu berhenti, badminton Indonesia bisa selesai. Sekarang mungkin tidak terasa efeknya, tapi nanti, mungkin lima tahun lagi baru kelihatan bahwa badminton Indonesia makin terpuruk. Kita tidak ingin itu terjadi,” tutur Wiranto.

Sementara itu, dia mengungkapkan permasalahan tersebut sejatinya dapat diselesaikan asalkan semua pihak mau berpikiran positif, terutama berpikiran mengenai pentingnya pembinaan terhadap atlet-atlet bulu tangkis di tanah air.

“Kalau semua pihak memiliki pengertian dan pemahaman yang baik mengenai arti penting serta tujuan dari pembinaan atlet, pasti semuanya akan berjalan baik-baik saja. Masalah ini bisa selesai dengan diskusi dan musyawarah mufakat, jadi tidak perlu ramai di publik,” ungkap Wiranto.
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Olahraga

Berita Terkait: