Pantau Flash
8 Pesawat Angkut Ribuan Suporter Timnas U-22 Vietnam ke Filipina
Gerindra Tegaskan Tak Calonkan Eks Napi Koruptor di Pilkada
Ada 94 Aduan Terhadap ASN di www.aduanasn.com, Terbanyak Soal Intoleransi
Duh! 93 Rumah dan 165 Bidang Tanah Terdampak Akibat Proyek Tol
Wasekjen Demokrat: Kawan-kawan PDIP, Kalian Akan Kembali ke Bawah

YLKI Minta Garuda dan Lion Group Belajar dari Air Asia, Maksudnya?

Headline
YLKI Minta Garuda dan Lion Group Belajar dari Air Asia, Maksudnya? Ilustrasi Garuda Indonesia (Foto: Instagram)

Pantau.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta dua perusahaan maskapai penerbangan raksasa Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group dapat belajar dari maskapai Air Asia dalam soal efisiensi.

"Apa bedanya cost mereka? Air Asia kenapa lebih murah? Efisiensi. Artinya efisiensi Garuda dan Lion di-deliver ke konsumen," ujar Wakil Ketua Harian YLKI Sudaryatmo dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019).

Baca juga: Menhub: Jumlah Pemudik Pesawat Beralih ke Kapal Laut Relatif Sedikit

Lebih lanjut, kata dia, jika saat ini Air Asia bisa bertahan dengan cost structure yang hampir sama, seharusnya dua maskapai penerbangan raksasa di Indonesia juga bisa mengikuti. 

"Kalau Air Asia efisiensi, ini yang harus dorong ke Garuda dan Lion, langkah yang dilakukan bukan supaya harga Lion dan Garuda turun tapi pemerintah baca efisiensi di Air Asia dan menekan Garuda lebih efisien. Kalau Air Asia bisa lebih murah, kenapa Lion-Garuda enggak bisa lebih efisien?" ungkapnya.

Menurutnya, jika konsumen menilai Air Asia lebih murah dari kedua grup maskapai tersebut namun tetap untung berarti kedua maskapai tersebut mencari margin yang lebih besar.  

"Bagi konsumen sederhana, kenapa Air Asia lebih murah dari Grup Lion dan Garuda? Artinya jika dengan rute yang sama dan pesawat yang sama Air Asia sudah untung, berarti Grup Garuda dan Lion ambil margin lebih," katanya. 

Baca juga: Penurunan Tiket Pesawat Diprediksi Sumbang Inflasi 0,47 Persen di Mei

Lebih lanjut kata dia, saat ini maskapai penerbangan nasional dikuasai oleh dua maskapai raksasa tersebut, sehingga cenderung sulit adanya kompetisi yang lebih baik. 

"Air Asia marketnya kecil, di Indonesia idealnya ada 3 hingga 5 airline independen. Sekarang baru 3, dan Lion Group serta Garuda Group yang dominan," pungkasnya.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi