Pantau Flash
FKUB Minta Pemprov Papua Gandeng Ulama saat Investigasi di Jawa Timur
Minta Penjelasan Soal Pajak IMEI, Sri Mulyani akan Datangi Menkominfo
Wali Kota Depok Pilih Gabung DKI Jakarta Ketimbang Provinsi Bogor Raya
Kondusif, Pertamina Kembali Salurkan BBM di Manokwari, Sorong, dan Jayapura
Wiranto Sebut Situasi Keamanan di Papua Sudah Kondusif

YLKI Minta Garuda dan Lion Group Belajar dari Air Asia, Maksudnya?

Headline
YLKI Minta Garuda dan Lion Group Belajar dari Air Asia, Maksudnya? Ilustrasi Garuda Indonesia (Foto: Instagram)

Pantau.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta dua perusahaan maskapai penerbangan raksasa Garuda Indonesia Group dan Lion Air Group dapat belajar dari maskapai Air Asia dalam soal efisiensi.

"Apa bedanya cost mereka? Air Asia kenapa lebih murah? Efisiensi. Artinya efisiensi Garuda dan Lion di-deliver ke konsumen," ujar Wakil Ketua Harian YLKI Sudaryatmo dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019).

Baca juga: Menhub: Jumlah Pemudik Pesawat Beralih ke Kapal Laut Relatif Sedikit

Lebih lanjut, kata dia, jika saat ini Air Asia bisa bertahan dengan cost structure yang hampir sama, seharusnya dua maskapai penerbangan raksasa di Indonesia juga bisa mengikuti. 

"Kalau Air Asia efisiensi, ini yang harus dorong ke Garuda dan Lion, langkah yang dilakukan bukan supaya harga Lion dan Garuda turun tapi pemerintah baca efisiensi di Air Asia dan menekan Garuda lebih efisien. Kalau Air Asia bisa lebih murah, kenapa Lion-Garuda enggak bisa lebih efisien?" ungkapnya.

Menurutnya, jika konsumen menilai Air Asia lebih murah dari kedua grup maskapai tersebut namun tetap untung berarti kedua maskapai tersebut mencari margin yang lebih besar.  

"Bagi konsumen sederhana, kenapa Air Asia lebih murah dari Grup Lion dan Garuda? Artinya jika dengan rute yang sama dan pesawat yang sama Air Asia sudah untung, berarti Grup Garuda dan Lion ambil margin lebih," katanya. 

Baca juga: Penurunan Tiket Pesawat Diprediksi Sumbang Inflasi 0,47 Persen di Mei

Lebih lanjut kata dia, saat ini maskapai penerbangan nasional dikuasai oleh dua maskapai raksasa tersebut, sehingga cenderung sulit adanya kompetisi yang lebih baik. 

"Air Asia marketnya kecil, di Indonesia idealnya ada 3 hingga 5 airline independen. Sekarang baru 3, dan Lion Group serta Garuda Group yang dominan," pungkasnya.


Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi


Komentar

  1. PROMO TERDAHSYAT & NO TIPU2 DARI SITUS BOLA165 ( AGEN JUDI BOLA TERPERCAYA ) *BONUS NEW MEMBER UP TO 2jt *BONUS NEXT DEPOSIT UP TO 1jt BISA DI KLAIM BERKALI-KALI DALAM SEHARI *BONUS HADIR MINGGUAN 100rb *BONUS ROLLINGAN CASINO 0,5 % & SPORTBOOK 0,8% *CASHBACK CASINO & SPORTBOOKS 5% *BONUS TURNOVER IDN POKER UP TO 0,6% Silahkan Langsung ke TKP : https://sport165.com/ , whatsapp : +6282122629282 / +6287741757139