
Pantau - Pemerintah meresmikan proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) di 15 provinsi dengan total investasi mencapai sekitar Rp25 triliun.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa proyek-proyek yang diresmikan memiliki total kapasitas sebesar 379,7 megawatt (MW).
“Pada acara hari ini kita meresmikan 15 provinsi, proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan dengan total kapasitas sebesar 379,7 megawatt (MW) dengan total investasi kurang lebih sekitar Rp25 triliun,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dari total kapasitas tersebut, sebanyak 120 MW diresmikan hari ini, termasuk 34,9 MW dari lokasi peresmian saat ini.
“Lalu, yang diresmikan sekarang adalah sebesar 120 MW dan di lokasi sekarang sebesar 34,9 MW,” ujarnya.
PLTP Ijen Jadi Pembangkit Panas Bumi Pertama di Jawa Timur
Salah satu proyek utama yang diresmikan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Blawan Ijen Unit 1 di Jawa Timur, yang menjadi pembangkit panas bumi pertama di provinsi tersebut.
Proyek ini dijalankan melalui kerja sama dengan PT Medco Cahaya Geothermal dan akan dikembangkan dalam tiga tahap, dengan penambahan masing-masing 45 MW dan 25 MW pada tahap kedua dan ketiga.
PLTP Ijen resmi memasuki tahap Commercial Operation Date (COD) pada 9 Februari 2025 dengan kapasitas awal 34,5 MW dari total rencana 110 MW.
Listrik yang dihasilkan akan disalurkan ke jaringan listrik Jawa berdasarkan perjanjian jual beli tenaga listrik (PJBTL) yang ditandatangani pada 27 Februari 2013 dan diperbarui pada November 2019.
Harga jual listrik ditetapkan sebesar 8,58 sen dolar AS per kilowatt-jam (kWh), ditambah 0,3 sen dolar AS/kWh untuk komponen transmisi.
Proyek ini didukung oleh 83 menara transmisi dan jaringan transmisi 150 kilovolt (kV) yang akan meningkatkan stabilitas sistem kelistrikan di wilayah Jawa-Bali serta melayani sekitar 85 ribu rumah tangga.
Potensi Penerimaan Negara dan Proyek Energi Lain
Dari sisi ekonomi, PLTP Ijen diperkirakan menyumbang penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp15 miliar per tahun dengan kapasitas 34 MW.
Jika kapasitas dikembangkan hingga 110 MW, maka potensi PNBP bisa meningkat menjadi Rp39 miliar per tahun.
Selain itu, potensi bonus produksi yang dihasilkan dari kapasitas 34 MW diperkirakan sebesar Rp2,1 miliar, dan jika mencapai 110 MW bisa mencapai Rp6,9 miliar.
Dalam rangkaian acara peresmian ini, turut dilaksanakan pengoperasian PLTP lain yang telah memasuki tahap COD, groundbreaking pembangunan PLTP baru, penambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), serta peningkatan produksi minyak sebesar 30 ribu barel di Blok Cepu.
Tag: energi, investasi, lingkungan, geothermal, ESDM
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti








