
Pantau - Pemerintah Provinsi Papua meminta Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Papua untuk berperan aktif dalam mendorong kemandirian ekonomi lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap pasokan barang dari luar wilayah Papua.
Logistik Jadi Pilar Papua Produktif
Permintaan tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Provinsi Papua, Cyfrianus Y. Mambay, dalam Musyawarah Wilayah Ke-III Dewan Pimpinan Wilayah ALFI Papua yang digelar pada Kamis, 6 November 2025.
"Oleh sebab itu kami Pemprov Papua meminta Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Papua dapat menciptakan program-program terkait kemandirian ekonomi lokal," ungkapnya.
Ia menekankan bahwa penguatan sistem logistik menjadi kunci utama percepatan pertumbuhan ekonomi daerah serta pendorong terciptanya lapangan kerja bagi generasi muda Papua.
Pemprov Papua mengapresiasi penyelenggaraan forum tersebut dan menyatakan bahwa sektor logistik merupakan tulang punggung perekonomian daerah.
“Tanpa sistem logistik yang efisien, distribusi barang dan hasil produksi akan terhambat sehingga pertumbuhan ekonomi pun berjalan lambat,” ujarnya.
Infrastruktur dan Investasi Diperkuat
Penguatan sektor logistik dinilai sejalan dengan visi transformasi Papua Baru yang maju dan harmonis, menjadikan logistik sebagai pilar utama menuju Papua Produktif.
Pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan, jalan, dan bandara.
Selain itu, Pemprov Papua berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif guna mendukung pertumbuhan sektor logistik dan penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti









