
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Jumat dibuka menguat sebesar 9,80 poin atau 0,11 persen ke posisi 8.555,66, di tengah pelaku pasar yang mencermati arah kebijakan moneter domestik untuk tahun 2026.
Pasar Tunggu Arah Kebijakan BI, Kehadiran Presiden Prabowo Beri Sentimen Positif
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyampaikan bahwa sentimen utama hari ini berasal dari Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar pada Jumat.
Pelaku pasar menantikan sinyal kebijakan moneter tahun 2026, yang diperkirakan akan memberikan arah bagi strategi investasi ke depan.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara tersebut turut diperkirakan memperkuat sentimen pasar dan memberi kepercayaan tambahan terhadap prospek stabilitas ekonomi nasional.
Sementara IHSG bergerak menguat, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,78 poin atau 0,09 persen ke level 851,25.
Sentimen Domestik dan Global Dorong Keyakinan Pasar
Dari sisi domestik, nilai tukar Rupiah mengalami penguatan seiring dengan pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan dolar dipicu oleh meningkatnya peluang Kevin Hassett—tokoh ekonomi yang dipandang dovish—menjadi kandidat Ketua The Fed berikutnya.
Penguatan Rupiah juga diperkuat oleh keyakinan terhadap efektivitas instrumen intervensi Bank Indonesia, seperti:
- Intervensi di pasar spot
- Instrumen non-deliverable forward (NDF)
- Dukungan dari Dana Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA)
Instrumen-instrumen tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas nilai tukar di tengah dinamika eksternal yang cukup tinggi.
Dari sisi global, pasar terangkat oleh meningkatnya keyakinan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan pada Desember 2025.
Probabilitas pemangkasan suku bunga berdasarkan CME FedWatch mencapai 85 persen, melonjak signifikan dari 30 persen pada pekan sebelumnya.
Meskipun sempat muncul kekhawatiran mengenai potensi bubble pada sektor Artificial Intelligence (AI) di awal November 2025, pelaku pasar tetap menunjukkan optimisme terhadap prospek pasar saham, baik domestik maupun global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








