
Pantau - Muhammad Awaluddin resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Jasa Raharja menggantikan Dewi Aryani Suzana, berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu, 31 Desember 2025 di Jakarta dan diumumkan pada Jumat.
Pengangkatan ini menjadi bagian dari restrukturisasi manajemen yang dilakukan untuk menyongsong tantangan bisnis Jasa Raharja tahun buku 2025.
Awaluddin sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk sejak Mei 2025.
Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Angkasa Pura II (2016–2023), Komisaris Utama PT PELNI (Januari 2024 – Mei 2025), dan Direktur Utama PT Infomedia Nusantara (2010–2012).
Selain itu, Awaluddin juga memiliki pengalaman panjang di lingkungan Telkom Group, termasuk sebagai GM Kandatel Jakarta Pusat dan EGM Divre I Sumatra.
Perombakan Susunan Direksi
Selain posisi Direktur Utama, beberapa posisi strategis lainnya juga mengalami perubahan atau penyesuaian tugas.
Rubi Handojo yang sebelumnya menjabat Direktur SDM dan Umum kini mendapat tambahan tanggung jawab dengan masuknya Teknologi Informasi (TI) ke dalam lingkup jabatannya.
Bayu Rafisukmawan tetap menjabat sebagai Direktur Keuangan.
Posisi Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko tetap dipegang oleh Harwan Muldidarmawan.
Dewi Aryani Suzana yang sebelumnya merangkap sebagai Direktur Operasional dan Pelaksana Tugas Direktur Utama kini difokuskan sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan.
Sementara itu, Ariyandi ditunjuk sebagai Direktur Operasional menggantikan Dewi Aryani.
Formasi Lengkap Direksi Jasa Raharja Tahun Buku 2025
Berikut susunan lengkap direksi PT Jasa Raharja setelah RUPSLB 31 Desember 2025:
Muhammad Awaluddin sebagai Direktur Utama
Rubi Handojo sebagai Direktur SDM, Umum, dan Teknologi Informasi
Bayu Rafisukmawan sebagai Direktur Keuangan
Harwan Muldidarmawan sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko
Dewi Aryani Suzana sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan
Ariyandi sebagai Direktur Operasional
"Restrukturisasi ini merupakan bagian dari strategi penguatan tata kelola dan inovasi layanan Jasa Raharja ke depan," ungkap perwakilan resmi Kementerian BUMN dalam keterangan tertulis.
Langkah ini diharapkan mampu menjawab tantangan industri asuransi sosial serta memperkuat sinergi antar-lembaga di bawah holding asuransi.
- Penulis :
- Gerry Eka







