
Pantau - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyambut positif penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal tahun 2026, namun menekankan pentingnya langkah konkret dari pemerintah agar optimisme pasar berdampak langsung pada sektor riil.
Pada pembukaan perdagangan tahun ini, IHSG dibuka naik 37,13 poin atau 0,43 persen ke level 8.684,07 dan ditutup menguat 101,19 poin atau 1,17 persen di posisi 8.748,13.
Kenaikan ini dipandang sebagai sinyal kepercayaan investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.
HIPMI Soroti Kebutuhan Kebijakan Pro-UMKM
Ketua BPP HIPMI Bidang Sinergitas, Anthony Leong, menyatakan bahwa penguatan IHSG adalah awal yang baik, namun tidak cukup bila tidak disertai kebijakan yang menyentuh pelaku usaha di lapangan.
"Penguatan pasar modal tidak cukup jika tidak diterjemahkan menjadi akses pembiayaan murah, insentif, dan regulasi pro-UMKM," ungkapnya.
Anthony menyoroti pentingnya dukungan bagi pengusaha menengah yang selama ini kerap tidak terjangkau oleh kebijakan pemerintah.
Kelompok ini, menurutnya, berada di antara usaha mikro dan besar, namun memiliki peran vital dalam penciptaan lapangan kerja dan penguatan rantai pasok nasional.
Ia menekankan perlunya kebijakan yang mampu menjembatani posisi mereka agar bisa naik kelas dan turut mendukung pertumbuhan UMKM.
Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah
HIPMI menyatakan kesiapannya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata.
Anthony juga memberikan apresiasi kepada Menteri Keuangan atas kebijakan fiskal yang dinilai stabil dan kondusif bagi pelaku usaha.
Ia menegaskan bahwa indikator pasar seperti IHSG harus diiringi oleh reformasi regulasi dan program-program konkret yang menyentuh langsung pelaku usaha kecil dan menengah.
"Ekonomi harus tumbuh dari bawah, bukan hanya dari pasar modal," tegasnya.
- Penulis :
- Gerry Eka








