Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

RPI Nilai Transformasi Polri Kunci Stabilitas Nasional dan Demokrasi Hukum di Era Prabowo-Gibran

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

RPI Nilai Transformasi Polri Kunci Stabilitas Nasional dan Demokrasi Hukum di Era Prabowo-Gibran
Foto: (Sumber:Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas.)

Pantau - Rumah Politik Indonesia (RPI) menilai bahwa keberhasilan transformasi Polri akan berdampak luas terhadap stabilitas nasional, khususnya dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Direktur Eksekutif RPI, Fernando Emas, menyatakan bahwa Polri yang berhasil menjalani reformasi akan menjadi fondasi bagi penegakan hukum yang adil, perlindungan hak asasi manusia, serta terciptanya rasa aman di tengah masyarakat.

“Transformasi tersebut juga diharapkan dapat mengubah persepsi publik terhadap institusi kepolisian, dari sekadar penegak hukum menjadi mitra masyarakat dalam membangun peradaban bangsa yang lebih baik,” ujarnya.

Peran Strategis Polri dalam Pemerintahan Baru

Fernando menegaskan bahwa stabilitas yang dimaksud tidak hanya berarti bebas dari konflik atau kerusuhan, tetapi juga suasana aman yang memungkinkan masyarakat beraktivitas dan mengembangkan potensi secara maksimal.

Ia menilai transformasi Polri bukan sekadar perubahan struktural atau prosedural, tetapi perubahan mendasar dalam memahami peran kepolisian di masyarakat demokratis.

Dalam konteks pemerintahan Prabowo-Gibran yang mengusung agenda pembangunan berkelanjutan, kedaulatan, dan kesejahteraan rakyat, peran Polri dinilai sangat strategis sebagai tulang punggung demokrasi hukum.

Momentum ini disebut sebagai peluang emas untuk merealisasikan transformasi budaya Polri secara menyeluruh, baik dalam aspek operasional maupun pembentukan karakter dan integritas personel.

“Transformasi budaya Polri yang dicanangkan mencerminkan kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan zaman,” tambah Fernando.

Polri Diharapkan Humanis dan Akuntabel

Ia menyebut bahwa masyarakat saat ini menuntut sosok Polri yang tidak hanya tegas, tetapi juga humanis, transparan, dan akuntabel.

Tuntutan ini selaras dengan visi pemerintahan Prabowo-Gibran dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan berpihak pada rakyat.

Fernando meyakini bahwa Polri dapat menjadi pilar utama dalam menciptakan tata kelola hukum yang demokratis dan berkeadilan.

Polri perlu tampil sebagai garda terdepan dalam memastikan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, akses keadilan tersedia bagi seluruh warga negara, dan penegakan hukum menghormati hak asasi manusia.

“Keberhasilan dalam hal ini akan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, yang pada gilirannya akan memudahkan Polri dalam menjalankan tugas dan fungsinya karena mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” jelasnya.

Optimisme terhadap Kepemimpinan Jenderal Sigit

Fernando menyampaikan optimisme bahwa di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Polri akan mengalami perubahan signifikan sepanjang tahun 2026.

Menurutnya, keberhasilan Jenderal Sigit dalam mendampingi awal pemerintahan Prabowo-Gibran pada 2025 menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan transformasi budaya Polri secara nyata dan berkelanjutan.

Penulis :
Gerry Eka