Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas di Tengah Konflik AS–Venezuela, Didukung Sentimen Ekonomi Positif dan Insentif Pemerintah

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

IHSG Berpotensi Menguat Terbatas di Tengah Konflik AS–Venezuela, Didukung Sentimen Ekonomi Positif dan Insentif Pemerintah
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. ANTARA FOTO/Fauzan/rwa/am..)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 6 Januari 2026, diperkirakan akan menguat meski di tengah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela. Pelaku pasar dinilai tetap optimistis dan lebih fokus pada sentimen pemulihan ekonomi global dan kebijakan domestik.

Dibuka Menguat, IHSG dan LQ45 Naik Tipis

IHSG dibuka naik sebesar 25,42 poin atau 0,29 persen ke posisi 8.884,62.

Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga mencatat kenaikan sebesar 1,66 poin atau 0,19 persen ke posisi 861,44.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa secara teknikal IHSG berpotensi menguat terbatas.

"Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.730–8.920," ujarnya.

Dari sisi global, pelaku pasar tampaknya mulai mengabaikan konflik AS–Venezuela karena keyakinan terhadap kondisi cadangan minyak yang dinilai masih aman dan stabil.

Namun, meningkatnya tensi geopolitik mendorong lonjakan harga emas, yang membuat saham-saham berbasis emas layak dicermati investor.

Insentif PPN DTP dan Data Ekonomi Perkuat Sentimen Positif

Dari dalam negeri, pemerintah melanjutkan kebijakan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah tapak dan rumah susun sepanjang 2026.

Kebijakan ini tertuang dalam PMK No. 90 Tahun 2025 dan berlaku sejak 1 Januari 2026.

Insentif diberikan sebesar 100 persen PPN DTP untuk rumah siap huni dengan harga maksimal Rp5 miliar, namun hanya berlaku untuk bagian harga hingga Rp2 miliar.

Tujuannya adalah menjaga pertumbuhan ekonomi dan mempertahankan daya beli masyarakat.

Fasilitas ini hanya berlaku untuk penyerahan pertama dari pengembang dan wajib disertai dokumen seperti Akta Jual Beli (AJB) atau Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang telah lunas dan berita acara serah terima unit selama periode 1 Januari hingga 31 Desember 2026.

Dari sisi statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan sebesar 2,66 miliar dolar AS.

Sementara inflasi pada Desember 2025 tercatat 0,64 persen secara month-to-month (mtm) dan 2,92 persen secara year-on-year (yoy).

Bursa Global dan Asia Ikut Menguat

Perdagangan di pasar global juga menunjukkan penguatan signifikan.

Pada Senin, 5 Januari 2026, bursa Eropa ditutup menguat:

  • Euro Stoxx 50 naik 1,30 persen
  • FTSE 100 Inggris naik 0,54 persen
  • DAX Jerman naik 1,34 persen
  • CAC Prancis naik 0,20 persen

Wall Street juga menunjukkan tren positif:

  • S&P 500 naik 0,64 persen ke level 6.902,09
  • Dow Jones naik 1,23 persen ke 48.977,49
  • Nasdaq naik 0,77 persen ke 25.401,32

Bursa regional Asia turut dibuka menguat:

  • Nikkei naik 0,69 persen ke level 52.201,00
  • Shanghai naik 0,85 persen ke posisi 4.057,74
  • Hang Seng naik 1,45 persen ke posisi 26.746,50
  • Straits Times naik 0,86 persen ke 4.720,62
Penulis :
Ahmad Yusuf