Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Pertamina Bahas Insentif Merger Tiga Anak Usaha dengan Menteri Keuangan, Target Integrasi Masih Tertunda

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pertamina Bahas Insentif Merger Tiga Anak Usaha dengan Menteri Keuangan, Target Integrasi Masih Tertunda
Foto: Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri (sumber: ANTARA/Putu Indah Savitri)

Pantau - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas insentif terkait rencana merger tiga anak usaha Pertamina.

Pertemuan tersebut membahas rencana integrasi PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS) ke dalam satu entitas bisnis hilir.

"Rencana integrasi bisnis hilir kami integrasi. Jadi, kami akan menggabungkan Kilang Pertamina Indonesia (internasional), Pertamina Patra Niaga, dan Pertamina International Shipping," ungkap Simon saat dikonfirmasi.

Simon membenarkan bahwa insentif menjadi salah satu topik pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai bentuk insentif yang dimaksud, Simon tidak memberikan penjelasan secara rinci dan hanya menjawab, "Termasuk (insentif)."

Pertamina sebelumnya menargetkan proses merger rampung pada 1 Januari 2026, namun hingga kini aksi korporasi tersebut belum terealisasi.

Proses Integrasi Dikawal Danantara, Arahan Langsung Presiden

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, mengungkapkan bahwa proses integrasi bisnis hilir masih berlangsung dan berada dalam pengawalan Danantara Indonesia.

Ia menyampaikan hal tersebut pada Rabu, 19 November 2025, seraya menjelaskan bahwa proses integrasi ini mencakup sektor commercial and trading, refinery dan kilang, serta logistik.

Agung menyebut bahwa strategi integrasi atau streamlining ini merupakan bagian dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Langkah ini bertujuan untuk mencapai swasembada energi nasional serta mengurangi kompleksitas dalam operasional perusahaan.

Menurut Agung, penyederhanaan ini juga akan memperkuat fokus perusahaan terhadap bisnis inti, seperti minyak dan gas, pengolahan hingga distribusi energi, serta pengembangan energi baru terbarukan.

Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam pengambilan keputusan dan mendorong daya saing perusahaan di tingkat global.

"Tentunya ditargetkan bahwa nilai tambah yang lebih besar bagi pemegang saham atau unlock value dapat dilakukan," ia mengungkapkan.

Penulis :
Leon Weldrick