Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Investasi Nasional 2025 Lampaui Target, Serap Lebih dari 2,7 Juta Tenaga Kerja

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Investasi Nasional 2025 Lampaui Target, Serap Lebih dari 2,7 Juta Tenaga Kerja
Foto: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani dalam konferensi pers capaian investasi sepanjang 2025 di Jakarta, Kamis 15/1/2026 (sumber: ANTARA/Muzdaffar Fauzan)

Pantau - Investasi nasional sepanjang tahun 2025 mencatatkan realisasi sebesar Rp1.931,2 triliun, melampaui target pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp1.905,6 triliun atau mencapai 101,3 persen dari target.

Realisasi investasi ini tumbuh 12,7 persen secara tahunan (year on year/YoY) dan berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 2,71 juta orang.

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyatakan, "Target realisasi investasi 2025 yang sebesar Rp1905,6 triliun tercapai dan bahkan melebihi sedikit dari target yang dicanangkan," ungkapnya.

Ia menambahkan, capaian ini mencerminkan terjaganya kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional serta menunjukkan bahwa iklim investasi Indonesia tetap kondusif di tengah ketidakpastian global.

Distribusi Investasi dan Penyumbang Terbesar

Sepanjang tahun 2025, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp1.030,3 triliun atau tumbuh 26,6 persen YoY.

Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mencatatkan nilai sebesar Rp900,9 triliun.

Dari sisi geografis, investasi di luar Pulau Jawa berkontribusi sebesar 51,3 persen, sedangkan wilayah Jawa sebesar 48,7 persen.

Distribusi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk mendorong pemerataan pembangunan dan ekonomi lintas wilayah.

Sektor-sektor utama penyumbang investasi sepanjang 2025 meliputi industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar Rp262 triliun; transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi Rp211 triliun; pertambangan Rp199,6 triliun; jasa lainnya Rp170,5 triliun; serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar Rp140,4 triliun.

Peran Strategis Hilirisasi dan Kontribusi Triwulan IV

Kebijakan hilirisasi disebut Rosan sebagai faktor penting dalam mendorong nilai tambah investasi nasional.

Investasi hilirisasi sepanjang 2025 mencapai Rp584,1 triliun atau setara 30,2 persen dari total investasi nasional, dan mencatat pertumbuhan 43,3 persen YoY.

Pada triwulan IV (Oktober–Desember 2025), realisasi investasi mencapai Rp496,9 triliun, tumbuh 9,7 persen YoY dan menyumbang 26,1 persen dari total target tahunan.

Investasi triwulan IV juga berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 754.186 orang.

Komposisi investasi pada periode ini relatif seimbang, dengan PMA sebesar Rp256,3 triliun dan PMDN Rp240,6 triliun.

Wilayah luar Jawa menyumbang 50,2 persen investasi triwulan IV, sementara wilayah Jawa mencatat 49,8 persen.

Pemerintah memastikan akan terus memperkuat kebijakan hilirisasi dan pemerataan investasi agar manfaatnya lebih merata ke seluruh daerah.

Kebijakan ini diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintah juga optimistis bahwa investasi akan tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, sekaligus memperkuat daya saing nasional di tengah persaingan global.

Penulis :
Shila Glorya