Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah 124 Poin Akibat Profit Taking dan Sentimen Global

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Ditutup Melemah 124 Poin Akibat Profit Taking dan Sentimen Global
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (21/1) sore ditutup melemah sebesar 124,37 poin atau 1,36 persen ke posisi 9.010,33, terdampak aksi profit taking di tengah tekanan sentimen domestik dan global.

Indeks LQ45, yang terdiri dari 45 saham unggulan, juga ikut melemah 12,95 poin atau 1,47 persen ke posisi 871,41.

"IHSG bergerak melemah yang diwarnai dengan volatilitas tinggi akibat aksi profit taking," ungkap seorang analis pasar modal.

Sentimen Domestik Tekan Saham SDA

Dari sisi domestik, pelemahan IHSG didorong oleh turunnya saham-saham berbasis Sumber Daya Alam (SDA), termasuk big caps, sebagai respons atas pencabutan izin Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) oleh pemerintah terhadap 28 perusahaan sektor kehutanan, perkebunan, energi, dan pertambangan.

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia juga menjadi perhatian pelaku pasar.

Dalam keputusan terbarunya, BI mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75 persen.

Keputusan tersebut sesuai ekspektasi pelaku pasar, namun tidak cukup kuat menahan tekanan jual terhadap IHSG.

"Pasar memiliki pandangan tentunya ini akan berpotensi kebijakan moneter yang berdekatan dengan politik sehingga ini akan mendorong intervensi pemerintah dalam kebijakan moneternya," ungkap analis.

Selain itu, kekhawatiran muncul mengenai independensi Bank Indonesia menyusul pencalonan tiga nama sebagai Deputi Gubernur BI, yakni Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solihin M Juhro.

Sentimen Global dan Bursa Asia

Dari sisi global, pelaku pasar juga mencermati ketegangan geopolitik baru menyusul ancaman Amerika Serikat untuk mengakuisisi Greenland.

Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan mengenakan tarif baru terhadap Eropa, yang memperburuk sentimen pasar.

Fokus pelaku pasar turut tertuju pada pidato Trump di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, serta KTT darurat Uni Eropa di Brussels, Belgia.

IHSG dibuka melemah dan terus berada di zona negatif hingga penutupan sesi pertama.

Pada sesi kedua perdagangan, IHSG tetap berada di zona merah hingga penutupan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak sepuluh sektor mengalami pelemahan.

Sektor barang baku menjadi yang paling dalam pelemahannya yaitu 2,49 persen, disusul sektor barang konsumen non primer sebesar 2,08 persen, dan sektor industri sebesar 1,86 persen.

Hanya sektor barang konsumen primer yang mencatatkan penguatan sebesar 0,33 persen.

Data Perdagangan dan Saham Top Gainers-Losers

Saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar antara lain UNTR, REAL, YELO, TOSK, dan JGLE.

Sementara itu, saham yang mencatat penguatan tertinggi adalah ESIP, BELL, HDIT, KIOS, dan UANG.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 4.032.229 kali transaksi dengan volume mencapai 61,67 miliar lembar saham.

Nilai transaksi harian sebesar Rp34,22 triliun.

Jumlah saham yang naik sebanyak 170 saham, sementara yang turun sebanyak 546 saham, dan 77 saham tidak mengalami perubahan.

Bursa saham Asia sore ini bergerak variatif.

Indeks Nikkei Jepang melemah 278,00 poin atau 0,52 persen ke 52.713,10.

Indeks Shanghai menguat 3,29 poin atau 0,08 persen ke 4.116,93.

Indeks Hang Seng naik 97,55 poin atau 0,37 persen ke 26.585,06.

Indeks Kuala Lumpur menguat 6,75 poin atau 0,40 persen ke 1.705,81.

Sementara itu, Indeks Strait Times Singapura melemah 18,12 poin atau 0,38 persen ke 4.809,87.

Penulis :
Arian Mesa