
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan masuknya investasi dari sejumlah perusahaan teknologi global ke sektor ekonomi digital Indonesia dalam pertemuan bilateral di sela-sela World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss.
Pertemuan itu dilakukan dengan pimpinan perusahaan besar asal Amerika Serikat seperti Nvidia, Amazon Web Service (AWS), Docusign, Crowdstrike, dan Cloudflare.
Airlangga memanfaatkan forum WEF sebagai momentum strategis untuk memperkuat kerja sama ekonomi digital, sekaligus menindaklanjuti perundingan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Pertemuan tersebut dilaksanakan di Indonesia Pavilion dan membahas potensi investasi strategis, khususnya di bidang pusat data (data center), keamanan siber, dan infrastruktur digital.
"Pada kesempatan tersebut dibahas mengenai tren ekonomi digital dan potensi pengembangan investasi di Indonesia, khususnya di bidang data center, keamanan siber hingga infrastruktur digital," ungkap Airlangga.
KEK Nongsa Jadi Sorotan, Kerja Sama dengan Yordania Dibahas
Dalam pertemuan itu, turut hadir perwakilan dari Nongsa Digital Park yang mengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa di Batam, yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat ekonomi digital nasional.
Selain itu, Airlangga juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Investasi Yordania Tareq Abu Ghazaleh.
Pertemuan tersebut dihadiri pula oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dan Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir.
Agenda tersebut membahas tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) antara Danantara dan Jordan Investment Fund yang membuka peluang investasi strategis di Kerajaan Hashemite Yordania.
Indonesia Tegaskan Visi Ekonomi Global
World Economic Forum 2026 menjadi panggung strategis bagi Indonesia untuk menyuarakan arah kebijakan ekonomi nasional di tengah tantangan global.
Dalam forum tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato utama dalam sesi Special Address di Davos Congress Center.
"Perdamaian dan stabilitas adalah aset paling berharga yang kita miliki. Keduanya bukanlah kemewahan, melainkan merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bersama," ia mengungkapkan.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam mendorong program-program ekonomi prioritas nasional.
- Penulis :
- Shila Glorya








