Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Kalimantan Timur Siap Jadi Superhub Ekonomi Nasional Seiring Pembangunan IKN

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kalimantan Timur Siap Jadi Superhub Ekonomi Nasional Seiring Pembangunan IKN
Foto: Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji,saat menjadi pembicara dalam Diskusi Panel IKA FISIP Universitas Mulawarman di Kantor Gubernur Kaltim (sumber: Diskominfo)

Pantau - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyatakan kesiapan mengambil peran strategis sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional, seiring dengan percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kalimantan Timur Bertransformasi Jadi Penggerak Ekonomi Nusantara

Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa posisi Kalimantan Timur telah berubah signifikan dari sebelumnya hanya mendukung pembangunan fisik IKN menjadi aktor kunci dalam penguatan sektor strategis nasional.

"IKN harus memberikan efek berganda (multiplier effect) yang nyata bagi daerah mitra. Kaltim memposisikan diri sebagai superhub ekonomi Nusantara yang terintegrasi. Kita adalah penggerak, bukan sekadar pelengkap," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa Kaltim kini mengambil peran penting dalam konektivitas logistik, penguatan sektor industri, ketahanan energi, hingga pengembangan kawasan ekonomi baru yang berkelanjutan.

Arah kebijakan pembangunan wilayah mitra IKN difokuskan pada tiga pilar utama: transformasi ekonomi dari ketergantungan pada sumber daya alam menuju hilirisasi industri, desentralisasi pertumbuhan dari pusat IKN, serta pemerataan pembangunan ke seluruh kabupaten dan kota di Kaltim.

" Kami juga tengah menyiapkan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di pasar kerja berskala internasional," ia mengungkapkan.

Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Difokuskan pada Industri dan Pertanian

Dalam peta kebijakan wilayah mitra, pendekatan tematik menjadi landasan. Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara diarahkan menjadi pusat penguatan industri dan sektor pertanian.

Sementara itu, Kota Samarinda dan Balikpapan diposisikan sebagai pusat logistik, jasa, dan perdagangan bertaraf global guna menopang aktivitas ekonomi yang terintegrasi dengan IKN.

Sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat melalui Otorita IKN (OIKN) dan pemerintah daerah dianggap sangat penting.

Langkah ini dinilai krusial agar pembangunan IKN dapat berjalan berbasis pada kearifan lokal serta menjawab kebutuhan riil masyarakat setempat.

"Wagub berharap forum ini dapat menghasilkan masukan substantif untuk penyusunan Peraturan Kepala Otorita IKN mengenai Daerah Mitra," ucapnya.

Dengan regulasi yang tepat, pemerintah Provinsi Kaltim optimistis pembangunan IKN akan berjalan lebih inklusif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur.

Penulis :
Arian Mesa
Editor :
Arian Mesa