
Pantau - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menyiapkan berbagai aksi korporasi strategis pada tahun 2026, mulai dari pendirian anak usaha hingga penguatan permodalan dan penerbitan obligasi.
BTN berencana mendirikan anak usaha di sektor asuransi umum dengan kebutuhan modal sebesar Rp250 miliar dan ditargetkan mulai beroperasi pada semester II tahun 2026.
Tak hanya itu, BTN juga akan mendirikan anak usaha di sektor multifinance dengan nilai investasi sekitar Rp3-5 triliun, juga ditargetkan terealisasi pada semester II 2026.
"Perseroan juga berencana mendirikan anak usaha di sektor multifinance dengan nilai investasi sekitar Rp3-5 triliun, dengan target dapat terealisasi pada semester II 2026," ungkap manajemen BTN.
Penguatan Modal dan Pendanaan
BTN turut merencanakan penguatan permodalan melalui penerbitan virtual capital senilai Rp2 triliun yang dijadwalkan terealisasi pada semester II 2026.
" Kemudian ada beberapa aksi korporasi yang akan kami lakukan di tahun 2026, yaitu penerbitan virtual capital lagi Rp2 triliun, dan ini kita harapkan juga dibeli Danantara," ia mengungkapkan.
BTN juga akan menerbitkan bonds atau wholesale funding senilai Rp4 triliun secara bertahap mulai semester I hingga semester II 2026.
" Kemudian ada Bonds Rp4 triliun atau Wholesale Funding," tambahnya.
BTN mengusulkan penambahan kapital di perusahaan asuransi serta mendirikan anak usaha perusahaan pembiayaan syariah sebagai bagian dari ekspansi bisnis jangka panjang.
Target Kinerja Keuangan
Dari sisi keuangan, BTN menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 20–22 persen pada tahun 2026.
"Net profit kita masih berani tulis 20-22 persen, karena memang masalah-masalah kredit masa lalunya udah selesai. Jadi udah bersih," jelas manajemen.
Penyaluran kredit ditargetkan tumbuh sebesar 8-9 persen secara tahunan (year on year), dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) dipertahankan di bawah 3 persen.
"Loan growth mungkin masih 8-9 persen, tapi ini OJK terus terang minta dinaikkan, karena 12 (persen) tahun lalu," ujarnya.
Untuk penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), BTN menargetkan pertumbuhan sebesar 7-8 persen pada tahun 2025.
Biaya dana (Cost of Fund) ditargetkan berada di level 3,6 persen, sementara beban kredit diperkirakan berada di kisaran 1-1,2 persen.
- Penulis :
- Arian Mesa








