
Pantau - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan kontribusi industri pengolahan nonmigas (IPNM) di luar Pulau Jawa mencapai 33,25 persen terhadap total kontribusi nasional pada tahun 2026 sebagai bagian dari strategi pemerataan pertumbuhan industri di Indonesia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa target tersebut selaras dengan sasaran pertumbuhan IPNM secara nasional yang dipatok sebesar 5,51 persen pada tahun yang sama.
"Peningkatan industri melalui peningkatan kontribusi industri pengolahan di luar Jawa menjadi 33,25 persen," ungkapnya.
Agus menjelaskan bahwa strategi penguatan industri di luar Jawa merupakan bagian dari upaya memperluas basis produksi nasional dan mengurangi ketimpangan struktur industri yang selama ini terkonsentrasi di wilayah tertentu.
Pertumbuhan Industri Meningkat, Manufaktur Lampaui Ekonomi Nasional
Kemenperin mencatat bahwa pada triwulan III 2025, pertumbuhan sektor industri pengolahan nonmigas menunjukkan tren positif dengan capaian 5,58 persen secara tahunan (year-on-year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,04 persen.
"Ini pertama kali dalam 14 tahun terakhir pertumbuhan manufaktur berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional, dan ini memang seharusnya seperti itu," ujar Agus.
Dari sisi kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, IPNM menyumbang 17,39 persen atau setara Rp1.053,56 triliun berdasarkan harga berlaku pada triwulan III 2025.
Sementara berdasarkan harga konstan, kontribusinya tercatat sebesar 18,70 persen atau sekitar Rp644,17 triliun, menunjukkan peran signifikan sektor industri dalam struktur ekonomi nasional.
Struktur keluaran industri manufaktur Indonesia pada 2024 masih didominasi oleh pemenuhan pasar domestik, yakni sebesar 78,39 persen.
"Hanya sekitar 21,61 persen output manufaktur yang dikirim sebagai barang ekspor, sehingga peluang ekspansi industri ke pasar global masih sangat terbuka," ia menambahkan.
Total keluaran industri manufaktur nasional pada tahun 2024 tercatat mencapai Rp8.381 triliun.
Target Berkelanjutan untuk Produktivitas, Ekspor, dan Lingkungan
Kemenperin menilai masih terdapat ruang besar untuk mendorong daya saing industri nasional, termasuk memperkuat sektor industri di luar Pulau Jawa.
Selain target kontribusi wilayah, kementerian juga menetapkan sasaran kontribusi IPNM terhadap PDB nasional sebesar 18,56 persen pada 2026.
Sektor industri juga ditargetkan mendominasi ekspor nasional hingga 74,85 persen dari total ekspor.
Dari sisi ketenagakerjaan, Kemenperin menetapkan target penyerapan tenaga kerja oleh sektor industri sebesar 14,68 persen dari total angkatan kerja nasional pada tahun 2026, dengan produktivitas tenaga kerja mencapai 126,20 juta per orang per tahun.
Di sisi lain, agenda transformasi industri juga mencakup aspek keberlanjutan, dengan target penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor industri prioritas sebesar 6,79 juta ton CO₂ ekuivalen pada tahun 2026.
- Penulis :
- Arian Mesa








