
Pantau - Harga emas dunia mencetak rekor baru setelah kontrak emas berjangka di Comex New York untuk pertama kalinya menembus angka bersejarah 5.000 dolar Amerika Serikat (AS) per ons dalam perdagangan elektronik Globex pada Minggu malam, 25 Januari 2026.
Pelemahan Dolar dan Ketegangan Global Jadi Pemicu
Menurut survei Kitco News, reli harga emas ini didorong oleh sejumlah faktor fundamental yang memengaruhi sentimen pasar.
Beberapa analis menyebutkan bahwa "ketegangan geopolitik yang meningkat", "kekhawatiran yang terus berlanjut terkait pengaruh politik terhadap Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS)", serta "kekhawatiran akan valuasi saham dan momentum di pasar komoditas" menjadi pendorong utama lonjakan harga.
Sejumlah analis pasar juga sepakat bahwa pelemahan dolar AS yang terus berlanjut menjadi faktor kunci di balik lonjakan emas tersebut.
Penjualan obligasi pemerintah AS yang terjadi secara berkelanjutan, baik karena alasan geopolitik maupun isu keberlanjutan utang, turut mempercepat aliran dana keluar dari dolar dan masuk ke emas.
Prospek Optimistis, Tapi Waspadai Koreksi
Meskipun sebagian besar analis tetap optimistis terhadap prospek emas dalam jangka menengah, ada pula yang memperingatkan potensi tekanan jangka pendek.
Beberapa analis memperkirakan adanya "jeda teknis" maupun "koreksi tajam dalam waktu dekat" seiring pasar melakukan konsolidasi setelah lonjakan signifikan ini.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun tren jangka panjang masih mendukung kenaikan harga emas, volatilitas tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan oleh investor.
- Penulis :
- Arian Mesa
- Editor :
- Arian Mesa







